Polda Riau Gagalkan Peredaran 7,5 Sabu dan Puluhan Ribu Butir Ekstasi

0

sergap TKP – PEKANBARU

Direktorat Reserse (Ditres) Narkoba Polda Riau berhasil menggagalkan peredaran 7,5 kilogram narkotika jenis sabu-sabu dan 28.500 ribu pil ekstasi dengan mengamankan tiga orang tersangka.

Ketiga tersangka yang diamankan petugas tersebut diantaranya berinisial RN (28), ID (31) dan seorang wanita berinisial AN. 3 orang pelaku yang diduga berperan sebagai pengedar ini ditangkap di dua lokasi dan waktu yang berbeda.

Direktur Reserse Narkoba Polda Riau Kombes Pol Hariono menjelaskan penangkapan ketiganya diawali dengan penangkapan tersangka RN di Jalan lintas Maredan, Tenayan Raya, Pekanbaru.”Tangkapan pertama mereka ini di Jalan Lintas Pekanbaru-Siak, Sabtu 27 Oktober kemarin, sekitar pukul 20.00 WIB, dengan tersangka supir travel inisial RN, warga Jalan Cemara, Kelurahan Wonosari, Kabupaten Bengkalis‎,” jelasnya, Senin (30/10/2017).

Dalam penangkapan tersebut petugas dibantu personel Polresta Pekanbaru dan Polsek Tenayan Raya melakukan pengejaran terhadap pelaku yang pada saat itu mengendarai Mobil Toyota Avanza warna hitam dengan nopol BM 1554 JD . “Kemudian kita lakukan pencegatan di daerah Maredan, dibackup personel Polresta Pekanbaru dan Polsek Tenayan Raya. Kita gelegedah dan temukan kardus berisi tujuh kilogram Sabu serta 27.000 butir Pil Ekstasi,” papar Kombes Pol Hariono didampingi Kabid Humas Polda Riau Kombes Pol Guntur Aryo Tejo.

Tidak berhenti samapi disitu petugas pun kemudian melakukan pengembangan dengan mengamankan tersangka ID di halte depan Rumah Sakit (RS) Awal Bross.”Kita kembangkan lagi, karena masih ada barang bukti lainnya yang disimpan di kos-kosan tempat ID. Saat kita gerebek, ada teman wanitanya berinisial AN. Dari kos tersebut ditemukan lagi setengah kilogram Sabu serta 1.500 butir Pil Ekstasi,” ujarnya

Saat ini pihanya masih akan mendalami kasus ini guna melacak jaringan yang lebih besar. “Kasus ini masih kita kembangkan untuk melacak jaringan narkoba lainnya,” tukas Dirresnarkoba Polda Riau.