Dirresnarkoba Polda Jatim Sebut 70-80 Persen Penghuni Lapas Terkait Kasus Narkoba

0

sergap TKP – SURABAYA

Direktur Reserse (Dirres) Narkoba Polda Jatim Kombes Pol Gagas Nugraha menyebut bahwa hampir 70-80 persen tahanan yang ada di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas).

“Dewasa ini, hampir 70-80 persen tahanan di Lembaga Pemasyarakatan merupakan tahanan narkoba. Berdasarkan data yang ada tahanan yang ada di LP ini mulanya hanya coba-coba. Tapi setelah itu bukan malah berhenti, melainkan naik status ke pengedar, bahkan menjadi bandar,” ujar Kombes Pol Gagas Nugraha usai Sosialisasi Pencegahan Penyalahgunaan Tindak Pidana Narkoba, Selasa (31/10/2017).

Untuk itu Direktorat Reserse (Ditres) Narkoba Polda Jatim menggandeng sejumlah instansi seperti TNI AD, AL, AU, Kemenkumham, Bea dan Cukai serta Dishub dalam “Sosialisasi Pencegahan Penyalahgunaan Tindak Pidana Narkoba” guna menyikapi perkembangan dinamika narkoba terkhusus pada bidang pencegahan tindakan pidana narkotika.

“Pelibatan beberapa instasi pokok, diantaranya TNI dan Kemenkumhan, manakalah ada tindak pidana narkoba kita bisa koordinasi dan di tindakanjuti bersama. Intinya lebih ke bagaimana mencegah adanya tindak pidana penyalagunaan narkoba,” ujar Gagas Nugraha.

Selain itu Dirresnarkoba juga menjelaskan sosialisasi yang diikuti oleh 115 orang peserta dari instansi-instansi terkait tersebut merupakan strategi dari Ditresnarkoba Polda Jatim. Terutama sebagai peluang bagi upaya pencegahan penyalagunaan narkoba yang perlu diangkat ke permukaan. “Mereka ini bisa menjadi pioner. Bahkan sebagai mata, kaki, dan telingga kita di lapangan untuk menyampaikan proses pencegahan tindak pidana narkoba,” tegasnya.

Tidak hanya itu Kombes Pol Gagas Nugraha juga mengatakan bahwa pihaknya telah memiliki sebuah wacana yakni dengan melakukan koordinasi dengan instansi terkait untuk melakukan proses pencegahan melalui penyampaian secara langsung. “Instansi terkait ini punya kelompok sosial dan keluarga. Jadi proses pencegahan bisa disampaikan melalui kelompok-kelompok sosial, maupun lingkungan tempat tinggal dan keluarga,” ujar perwira dengan tiga melati dipundaknya tersebut.

Dengan adanya hal ini para instansi terkait bisa melakukan pencegahan sejak dini melalui diri sendiri dan lingkungan sekitarnya. “Kita harapkan ke depannya mereka ini memiliki suatu gambaran tentang upaya pencegahan peredaran gelap narkoba. Dan bisa mengamankan dirinya sendiri, lingkungannya, keluarga dan di sekitar daerah tugas masing-masing,” ujarnya.