Kemenkominfo Sebut Meme Setnov Bukan Merupakan Bentuk Pencemaran Nama Baik

0

sergap TKP – JAKARTA

Menanggapi pelaporan Setya Novanto (Setnov) terhadap 32 akun media sosial (medsos) yang diduga menyebarkan gambar editan atau meme dirinya saat terbaring di RS Premier Jatinegara, Jakarta Timur beberapa waktu lalu. Staf Ahli Hukum Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kemenkominfo), Henri Subiakto menyebut hal tersebut bukanlah merupakan bentuk pencemaran baik melainkan satire.

“Itu satire namanya, bagian dari ekspresi dan opini. Tapi kalau menuduh Pak Novanto pura-pura sakit supaya tidak ditangkap misalnya begitu itu menuduhkan suatu hal,” kata Henri Subiakto di Jakarta, Kamis (02/11/2017).

Menurutnya sesuai dengan ketentuan pasal 310 dan 311 KUHPidana memang hal tersebut mengacu pada pencemaran nama baik. Namun tersebarnya meme Setnov di medsos tersebut bukanlah seperti yang dilaporkan oleh pengacara politisi partai Golkar tersebut melainkan hanya sebatas bentuk ekspresi. “Tapi kalau hanya satire, lucu-lucuan, itu kebebasan berekspresi,” ujar salah satu Panitia Kerja Undang-Undang ITE tersebut.

Ia juga menjelaskan banyaknya meme Ketua DPR RI yang tersebar adalah suatu bagian dari kebebasan berekspresi yang bukan merupakan suatu tuduhan yang tidak terjadi secara fakta. “Yang dilarang itu menuduh satu hal dan hal itu tidak terjadi atau bukan fakta,” imbuhnya.

Sedangkan pencemaran nama baik seperti yang dituduhkan menurutnya harus berkaitan langsung menghina seseorang dan seharusnya ada pembuktian. “Jadi misalnya saya nuduh Novanto itu pencuri uang sekian miliar, sekian triliun. Itu saya harus bisa membuktikan, kalau nggak bisa itu pencemaran nama baik dan jadi fitnah,” ujarnya.

Seperti diketahui sebelumnya Kasubdit II Siber Bareskrim Mabes Polri, Kombes Pol Asep Safrudin mengatakan, pihaknya telah menetapkan satu orang berinisial Dyann Kemala Arrizqi (kader Partai Solidaritas Indonesia) sebagai tersangka dengan persangkaan Pasal 27 Ayat 3 Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik dan atau pasal 310 dan 311 KUHP tentang pencemaran nama baik dengan hukuman maksimal empat tahun penjara.