Operasi Zebra 2017, Kecelakaan di Jatim Alami Peningkatan

0
Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung Mangera

sergap TKP – SURABAYA

Jumlah kecelakaan lalu lintas yang terjadi selama pelaksanaan Operasi Zebra Semeru 2017 mengalami peningkatan sebesar 12% dari angka 537 di tahun 2016 menjadi 606 di tahun 2017 ini.

“Hasil yang didapatkan bahwa untuk wilayah Jawa Timur secara kuat kuantitas angka kecelakaan ini meningkat. Meningkat dari angka 537 kecelakaan lalu lintas meningkat di 2017 ini, 606 kejadian kecelakaan lalu lintas dalam Operasi Zebra,” ujar┬áKepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Jawa Timur (Jatim) Kombes Pol Frans Barung Mangera di Balai Humas Polda Jatim, Kamis (16/11/2017).

Sedangkan untuk angka kematian akibat kecelakaan lalu lintas mengalami penurunan yakni sebanyak dari 85 orang korban meninggal dunia pada 2016 menjadi 79 korban di tahun 2017. Selain itu penurunan juga terjadi pada angka luka berat dari yang sebelumnya sebanyak 79 di 2016 menjadi 49 di tahun 2017.

“Kecelakaan lalu lintas ini penyebabnya yang paling besar adalah human error. Ya human error itu tidak menjaga jarak, kecepatan tinggi, kemudian membelok arah, dan berganti arah. Nah ini di angka 90%, jadi human error itu adalah biang terbesar yang didapatkan di Operasi Zebra itu terhadap kecelakaan lalu lintas,” papar Barung Mangera.

Untuk tilangnya sendiri mengalami peningkatan yang cukup tinggi yakni sebesar 197,50 persen atau dari sebelumnya di tahun 2016 sekitar 68.011 tilang menjaddi tahun 201i sebesar 202.333 tilang dengan tilang terbanyak yakni sebesar 28.641 oleh Polrestabes Surabaya.

Angka potensial pelaku pelanggaran yang mendominasi yakni antara usia 14 tahun sampai 30 tahun. “Ini warning (peringatan) bagi kita semua, bagi orang tua, sekolah terutama untuk memperhatikan muridnya,” imbau Kabid Humas.

Hal tersebut dikarenakan tindakan preventif tidak hanya wajib dilakukan oleh aparat penegak hukum semata, melainkan juga merupakan kewajiban orangtua untuk melarang putra-putrinya yang masih berusia 14-16 tahun untuk tidak membawa kendaraan bermotor sendiri.

“Janganlah diberikan kendaraan bermotor karena yang mendominasi nyata kendaraan bermotor roda dua di dalam kecelakaan ini,” beber Mantan Kabid Humas Polda Sulawesi Selatan (Sulsel) tersebut.