Oknum Pilot Lion Air Terancam Sanksi Berat

0

sergap TKP – JAKARTA

MS, oknum Pilot Lion Air yang kedapatan positif mengkonsumsi narkoba, terancam sanksi berat dari pihak Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan.

Direktur Jenderal Perhubungan Udara Agus Santoso mengatakan, sanksi tersebut telah sesuai dengan Peraturan Keselamatan Penerbangan Sipil (PKPS).

“Untuk tahap awal, pilot yang bersangkutan tidak boleh menerbangkan pesawat (grounded) mulai dari saat ditangkap hingga keluar hasil pemeriksaan dari pihak yang berwajib,” kata Agus dalam keterangan tertulisnya di Jakarta. Kamis, (7/11/2017).

Menurut Agus, Dirjen Perhubungan Udara secara berkesinambungan akan melakukan pengawasan khusus narkoba menjelang angkutan natal dan tahun baru dengan melakukan ramp check khusus.

“Ramp check ini dilakukan oleh para inspektur/dokter penerbangan dari Balai Kesehatan Penerbangan Direktorat Jenderal Perhubungan Udara,” ujar  Agus.

Untuk pengawasan, Agus juga mengaku telah menginstruksikan kepada seluruh maskapai agar menerapkan aturan dan SOP internal perusahanan.

“Penerapan aturan dan SOP tersebut kita lakukan, agar seluruh SDM dan Air Crew mematuhi regulasi yang berlaku.” Terang Agus.

Perlu diketahui, Sebelumnya tim gabungan Badan Narkotika Nasional (BNN) Nusa Tenggara Timur bersama dengan Satuan Reserse Narkoba Kepolisian Resor Kupang Kota, pada Senin (4/12/2017) menangkap seorang oknum pilot Lion Air berinisial MS.

MS ditangkap Bersama seorang wanita, saat sedang mengkonsumsi narkoba jenis sabu-sabu di kamar 205 Hotel T-More, Kota Kupang. Dari hasil pemeriksaan urine, MS positif menggunakan narkoba.

Selain menangkap MS, di lokasi penggerebekan petugas juga mengamankan barang bukti berupa, paket sabu-sabu seberat 0,3 gram, 1 alat isap bong dengan pipet kaca, 2 pemantik gas, dan 4 sedotan plastik.

Untuk pemeriksaan lebih lanjut, MS berikut barang bukti saat itu langsung diamankan di Mapolres Kupang Kota.