Polrestabes Surabaya Ungkap Jaringan Penipuan

oleh

sergap TKP – SURABAYA

Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Kepolisian Resort Kota Besar (Polrestabes) Surabaya berhasil membongkar sindikat penipuan dengan modus berpura-pura menjadi pengusaha asal luar negeri.

Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Rudi Setiawan yang merilis langsung hasil ungkap kasus tersebut menyebutkan para pelaku yang berjumlah empat orang ini masing-masing yakni YR, MF, dan NA warga Surabaya. Sedangkan seorang tersangka lain berinisial ID masih dilakukan pengejaran setelah diterapkan dalam daftar pencarian orang (DPO).

Untuk target operasi sindikat ini sendiri adalah para Pria yang bisanya ditemui di lokasi-lokasi elite seperti hotel. “Jadi tersangka ini akan mengikuti korbannya yang keluar dari hotel. Terus melakukan aksinya dengan mengajak berkenalan dan tersangka mengaku kalau dirinya pengusaha dari Brunei,” jelas Kapolrestabes didampingi Kasat Reskrim AKBP Leonard M. Sinambela, Senin (18/12/2017).

Dan setelah mengetahui bahwa korbannya merupakan pengusaha, pelaku kemudian melancarkan jurus selanjutnya yakni dengan berpura-pura melakukan kerja sama dengan korban. “Supaya yakin, tersangka mengajaknya ke ATM untuk memperlihatkan saldo yang dia punya,” ujar Kombes Pol Rudi.

Saldo yang ditujukan pelaku ini jumlahnya sebesar Rp 99 Miliar yang jelas akan membuat korbanya tergiur dengan rekening fiktif yang dibeli pelaku di Jakarta seharga Rp 1 juta tersebut. “Di ATM memang tertera Rp 99 miliar, tapi itu palsu. Hanya tertera saja, saldonya fiktif,” ujar perwira dengan tiga melati dipundaknya tersebut.

Selanjutnya korban yang telah yakin dengan isi rekening fiktif tersebut dimintah oleh pelaku untuk menunjukan isi rekeningnya. Pada kesempatan itulah pelaku kemudian bisa melihat kode PIN yang dimasukan oleh korban. “Habis tersangka yang memperlihatkan, gantian korbannya juga yang memperlihatkan. Setelah tahu berapa saldonya, tersangka mulai mengajak ngobrol korbannya sampai lengah. Sementara itu, ada tersangka lainnya yang mulai melakukan aksinya dengan mengambil ATM korban dan menukarnya dengan ATM kosong,” imbuh Rudi Setiawan.

Selain mengamankan ketiga pelaku petugas juga turut menyita sejumalh barang bukti diantaranya satu unit mobil, sejumlah kartu ATM, kartu sim (SIM Card), dan 5 unit Handphone. Akibat perbuatannya tersebut ketiganya kini terancam dijerat dengan pasal 378 KUHP tentang Tindak Pidana Penipuan dengan ancaman hukuman 4 tahun penjara.

Tinggalkan Balasan