Hormati Jasa Pahlawan, SSDM Polri Ikrakan Rekrutment Bebas KKN di Tugu Pahlawan

oleh

sergap TKP – SURABAYA

Seluruh Kepala Biro (Karo) Sumber Daya Manusia (SDM) Polda se-Indonesia hari ini, Kamis (8/2) berkumpul di Tugu Pahlawan, Surabaya. Berkumpulnya para Karo SDM Polda se-Indonesia guna mengikuti pembacaan ikrar SSDM Polri dalam melaksanakan rekrutment dan seleksi anggota Polri 2018 yang bersih dan objektif.

Asisten SDM Kapolri, Irjen Pol Arief Sulistyanto menjelaskan pemilihan Tugu Pahlawan sebagai tempat pembacaan ikrar tidak lain adalah untuk menghormati jasa-jasa para Pahlawan dan untuk mewarisi semangatnya. “Ikrar ini untuk memperkuat komitmen dan integritas. Kami sengaja menggelar di Tugu Pahlawan sebagai simbol untuk mewarisi semangat perjuangan para pahlawan,” ujar Arief selepas pembacaan ikrar di Tugu Pahlawan Surabaya, Kamis (8/2/2018).

Selain itu dirinya juga mengungkapkan bahwa di tahun 2018 ini pihaknya telah berkomitmen untuk melaksanakan penerimaan anggota polri yang bebas dari KKN (Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme); transparan, berkualitas dan modern; serta tanpa pungutan apapun. “Tahun ini kami akan berusaha lebih baik dari sebelumnya. Sehingga sumber daya manusia Polri sebagai unsur utama organisasi akan mendorong keberhasilan organisasi Polri menjadi organisasi yang modern, profesional, dan meraih kepercayaan publik,” ujarnya

Lebih lanjut Irjen Pol Arief mengatakan bahwa ada tiga sasaran reformasi yaitu structural, instrumental, dan kultural. Tetapi dari ketiga sasaran tersebut kunci utama reformasi Polri adalah reformasi kultural dimana ada perubahan mindset dan culture-set SDM. Sehingga SDM merupakan inti dari keberhasilan reformasi Polri. “Kalau struktural bisa kita buat, intrumental bisa kita beli. Tapi kultural adalah reformasi pada aspek manusianya, sehingga harus dikelola dengan baik, dengan melakukan perbaikan dari kebiasaan tidak baik menjadi baik,” ujar Jenderal Polisi kelahiran Nganjuk tersebut.

Untuk itu pihaknya ssecara tegas tidak akan mentolerir berbagai bentuk penyimpangan dan akan memberikan tindakan tegas berupa sanksi terhadap penyimpangan yang terjadi. “Di dalam Polri, ada tiga sanksi di antaranya sanksi disiplin, kode etik, dan hukum pidana. Ketiga sanksi itu, bisa jadi peringatan keras bagi pengelola SDM, jangan main-main soal rekrutmen. Kami akan terapkan kompetisi yang fair,” tegas perwira tinggi Polri dengan dua bintang dipundaknya tersebut.

Untuk diketahui tahun ini Polri telah siap menerima 9000 anggota baru Polri yang terdiri atas 8.400 orang Bintara, 300 Tamtama Brimob, 250 orang Taruna Akpol, serta 50 Perwira bersumber Sarjana.

Tinggalkan Balasan