Polda Jatim Kedepankan Pembinaan dalam Ops Keselamatan Semeru 2018

0

sergap TKP – SURABAYA

Jelang Operasi Cipta Kondisi (Cipkon) dengan sandi “Operasi Keselamatan Semeru 2018” yang akan berlangsung mulai tanggal 5 sampai 26 Maret 2018. Seluruh personel jajaran Polda Jatim melakukan kesiapan operasi dengan melaksanakan apel gelar pasukan di lapangan Mapolda Jatim, Kamis (1/3/2018).

Dalam apel gelar pasukan tersebut, Kapolda Jatim Irjen Pol Machfud Arifin yang bertindak sebagai irup menjelaskan bahwa operasi yang bakal digelar secara bersamaan dengan kegiatan nasional, Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2018 tersebut berharap agar operasi ini sekaligus menjadi upaya cipta kondisi sehingga tidak ada korban kecelakaan lalu lintas dari simpatisan kampanye yang menggunakan kendaraan roda dua maupun mobil.

“Kita harapkan keselamatan pengguna jalan, sehingga tidak ada korban kecelakaan lalu lintas. Operasi ini mengedapankan pembinaan lalu lintas, bukan penegakan,” ujar Irjen Pol Machfud Arifin usai apel gelar pasukan Operasi Keselamatan Semeru 2018, Kamis (1/3/2018).

Selain mengedepankan pembinaan lalu lintas opersi ini juga bertujuan untuk meminimalisir angka kecelakaan lalu lintas (laka lantas) di jalan raya. Sebab dari tahun 2016 dan 2017 cukup banyak korban yang meninggal dunia akibat laka lantas. Adapun pada 2016 sekitar 5.700 nyawa melayang akibat laka lantas, jumlah ini sendiri sebenarnya berkurangbdi tahun berikutnya yaitu di tahun 2017 yaitu sekitar 5.300 korban meniggal dunia. “Tapi harapan saya semoga sampai Februari 2018 ini ada penurunan yang cukup signifikan untuk kasus kecelakaan lalu lintas yang menyebabkan korbannya meninggal dunia,” harap Jenderal Polisi dengan dua bintang dipundaknya tersebut.

Untuk itu pihaknya telah menyiapkan setidaknya 3.400 orang personel yang bakal dilibatkan dalam operasi yang mengedepankan upaya pembinaan ini. Selain itu Kapolda juga mengimbau agar Surabaya dan daerah-daerah lainnya bida memanfaatkan CCTV di setiap traffic light (TL)  dengan mengkoneksikannya dengan anggota yang berada di lapangan.

“Penggunaan CCTV di setiap TL bisa dikoneksikan dengan anggota di lapangan. Semisal, ada yang tidak pakai helm dan menerobos lampu merah, anggota bisa tahu. Tapi kalau membahayakan keselamatan orang lain pasti kita tindak,” ujar alumnus Akpol 1986 tersebut.

Tidak hanya itu Machfud Arifin juga menambahkan bahwa potensi pelanggaran lalu lintas di tahun 2018 Ini masih sama dengan tahun sebelumnya dimana potensi pelanggaran yang cukup fatal adalah anak-anak dibawah umur yang sudah memakai kendaraan bermotor khususnya roda dua. Untuk itu perlu adanya edukasi lalu lintas juga dilakukan di sekolah-sekolah, dengan imbauan anak kecil lebih baik diantar orang tua dan tidak diperbolehkan membawa sepeda motor sendiri. “Edukasi seperti itulah yang perlu kita berikan kepada masyarakat. Urusan penindakan bisa belakangan,” tandasnya.