Polrestabes Surabaya Ungkap Praktik Order Fiktif Taxi Online

oleh

sergap TKP – SURABAYA

Unit Pidana Ekonomi (Pidek) dan Reserse Mobil (Resmob) Polrestabes Surabaya kembali berhasil mengungkap order fiktif yang dilakukan oleh 16 orang pengemudi (driver) taksi online yang membeli akun driver taxi online digunakan sebagai objek order fiktif. 

Hal tersebut baru terungkap setelah salah satu perusahaan penyedia layanan taxi berbasis aplikasi dalam jaringan di Surabaya melaporkan adanya dugaan yang dilakukan oleh sejumlah oknum driver. “Setelah kami lakukan penyelidikan dan mengumpulkan sejumlah bukti, kami akhirnya meringkus sebanyak 16 tersangka,” ungkap Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Rudi Setiawan, Senin (2/4/2018).

Dari 16 orang tersangka yang telah diringkus kesembilan diantarang masing-masing diketahui bernama Rifan (24), warga Jalan Ketintang, Restu (20), warga Jagir Sidomukti, Dipo (31), warga Jalan Sidosermo, Ville (28), warga Jalan Taman Mayangkara, I Made (25), warga jalan Gayungsari, Doni, (25), warga Jalan Wiyung dan Rexy (25), warga Rusun Jalan Cipta Menanggal Tengah, Widayat (45), warga Jalan Brawijaya dan Dikri (21), warga Jalan Panjunan, Sukodono, Sidorajo.

Lebih lanjut Kapolrestabes menjelaskan selai menggunakan menggunakan aplikasi secara curang para tersangka ini juga membeli akun dari salah seorang calo yang kemudian dari antara para tersangka ini ada yang berperan sebagai driver dan pelanggan. “Ada belasan akun driver yang dioperasikan, sedangkan untuk aplikasi milik customer menggunakan ratusan Handphone,” tambahnya.

Selain tersangka juga diamankan pula sejumlah barang bukti berupa 309 unit handphone dari berbagai merek, empat unit mobil yakni Hyundai Santa nopol W 643 XS, Toyota Agya nopol L 1695 JV, mobil Suzuki Ertiga nopol L 1859 KM dan Daihatsu Sirion L 1963 JU.

Dalam satu harinya para tersangka inimelakukan order fiktif ini hingga 16 kali untuk satu akunnya. Hal itu dilakukan lantaran adanya bonus sebesar Rp 300 ribu yang diberikan perusahan terhadap driver yang telah melakukan 16 trip. “Karena tersangka memiliki beberapa akun, rata-rata dalam seminggu mereka bisa mendapatkan uang Rp 5 juta,” ujar Kombes Pol Rudi.

Tinggalkan Balasan