Israel Larang Turis Indonesia Berkunjung

oleh

sergap TKP – JAKARTA

Indonesian Pilgrimage Travel Agents Association (IPTA) melalui pernyataannya yang tersebar di media sosial menyatakan bahwa Pemerintah Israel melarang turis asal Indonesia yang hendak berkunjung ke wilayahnya termasuk ke Yerusalem.

Dalam pernyataan tersebut pelarangan Warga Negara Indonesia (WNI) untuk masuk ke Israel disebut-sebut sebagaimana upaya pembalasan sebagaimana yang dilakukan oleh Pemerintah Indonesia yang sebelumnya juga menolak memberikan visa turis kepada warga Israel.

“Permasalahan, terjadi akibat adanya beberapa group Israel yang sudah memegang visa untuk masuk Indonesia ditolak oleh imigrasi Indonesia dengan alasan masalah politik yang berkaitan erat dengan daerah Gaza,” tulis pernyataan tersebut, Rabu (30/5/2018).

“Sebagai tindak balasan dari Pemerintah Israel maka melalui pengumunan resmi dari pihak berwenang Israel memutuskan untuk menolak masuk pemegang paspor Indonesia ke Negara Israel per tanggal 9 Juni 2018.” lanjut pernyataan tersebut.

Pernyataan yang saat ini telah beredar luas di media sosial tersebut juga senada dengan pernyataan yang dilontarkan Juru Bicara Departemen Luar Negeri Israel, Emmanuel Nashon yang juga menyebut Pemerintah Israel melarang masuk turis asal Indonesia ke wilayah mereka.

Hal itu dilakukan setelah pihaknya berupaya untuk membujuk Pemerintah Indonesia. Kegagalan itulah yang memicu pemerintah Israel memberlakukan larangan masuk bagi turis asal Indonesia. Padahal setiap tahunnya ribuan umat Muslim dari berbagai penjuru dunia termasuk dari Indonesia, mengunjungi Masjid al-Aqsa. Selain itu, banyak umat Nasrani Indonesia yang juga melakukan ziarah ke Yerusalem.

Menanggapi hal tersebut Pemerintah Indonesia, Melalui Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saifuddin berharap agar Israel tidak melarang WNI untuk mengunjungi Yerusalem yang notabene merupakan Kota suci tiga Agama yakni Yahudi, Islam, dan Nasrani.

“Selaku Menag ini kaitannya dengan peribadatan ya. Banyak umat beragama yang harus mengunjungi Yerusalem. Kalau kota suci itu milik bersama sebenarnya. Setiap penduduk dunia mestinya punya hak yang sama mengunjungi tempat suci. Mestinya tidak boleh ada larangan mengunjungi karena menjadi concern semua umat beragama,” kata Lukman di Kompleks Istana Kepresidenan.

Tinggalkan Balasan