Kapolri dan Panglima TNI, Safari Ramadhan di Mapolrestabes Surabaya

0

sergap TKP – SURABAYA

Kapolri Jenderal Tito Karnavian bersama Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan robongan melakukan kegiatan safari ramadhan, buka puasa bersama, sholat Isya, sholat tarawih yang dilanjutkan dengan silaturahmi dengan Ulama/Tomas dan Toga di Mapolrestabes Surabaya.

Kegiatan safari ramadah tersebut diawali dengan Dzikir bersama, yang dilanjutkan dengan Sambutan Kapolda Jatim Irjen Pol Machfud Arifin. “Kehadiran Panglima TNI dan Kapolri memberikan motivasi kepada kami untuk melaksanakan tugas-tugas yang membutuhkan keamanan yang kondusif,” kata Kapolda Jatim dalam sambutannya.

Selain itu Kapolda juga melaporkan kehidupan keagamaan di wilayah Jawa Timur sangat harmonis, hal ini disebabkan adanya kerjasama yang baik antar korpimda plus juga dengan semua stickholder untuk membangun sinergisitas menciptakan keamanan dan ketertiban juga dilaksanakan apel tiga pilar terdiri dari Bhabinkamtibmas, Babinsa, dan Kepala Desa. “Disamping itu dilaksanakan patroli gabungan tiga pilar secara rutin untuk mencegah gangguan kamtibmas. Meningkatkan sinergisitas dan soliditas untuk mendukung program pemerintah,” lanjutnya.

Kapolri memberikan Kenaikan Pangkat Luar Biasa (KPLB)
Kapolri memberikan Kenaikan Pangkat Luar Biasa (KPLB)

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pemberiaan penghargaan kenaikan pangkat luar biasa (KPLB) oleh Kapolri Jenderal Tito Karnavian kepada Aiptu Akhmad Nurhadi (Banit Sabhara Polsek Gubeng), Aiptu Junaidi (Kanit II Unit Sabhara Polsek Gubeng), Bripka Rendra Agus Hardiyanto (Banit Dalmas Sat Sabhara Polrestabes Surabaya), Bripda Akhmad Muaffan Alaufa (Banit Dalmas Sat Sabhara Polrestabes Surabaya), Bripda Andik Fendi Putra (Banit Dalmas Sat Sabhara Polrestabes Surabaya), Briptu Dimas Indra Safianto (Banit Dalmas Sat Sabhara Polrestabes Surabaya), Aipda Umar Sholeh (Banit Provost Sie Propam Polrestabes Surabaya).

Selain itu dalam sambutannya Kapolri juga memberikan apresiasi terkait penangkapan Dan identifaksi pelaku Dan korban bom bunuh diri yang terjadi di lima titik di Surabaya dan Sidoarjo pada 13-14 Mei 2018 lalu. “Masalah teroris ibarat gunung es dimana kalau yang dipotong hanya puncaknya saja dibawahnya masih ada akarnya yang lebih besar dan teroris berkaitan dengan masalah ideologi. Oleh sebab itu untuk bisa menyelesaikan masalah teroris diperlukan kemampuan dan kepedulian kita semua baik oleh pemerintah maupun seluruh masyarakat,” ujar Kapolri.

Ia juga berjanji bersama TNI untuk tetap melakukan pemberantasan teroris. Untuk itu Kapolri juga berharap peran serta masyarakat dan juga keluarga sangat diperlukan untuk mencegah perkembangnya teroris. “Dengan selalu memonitor kegiatan putra putrinya disamping itu media sosial mempunyai peran yang sangat penting dalam penyebaran paham radikal khususnya generasi muda yang mudah mengakses konten-konten teroris. Perlu ada upaya-upaya membendung penyebaran paham radikal di media sosial melalui cyber troops,” Imbau Kapolri yang sebelumnya juga sempat menjabat sebagaimana Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT).

Kapolri Jenderal Tito Karnavian, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, dan Gubernur Soekarwo

Sementara itu Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto juga menyampaikan turut berduka cita dan berbela sungkawa atas terjadinya serangan teroris yang mengakibatkan jatuhnya korban jiwa. “Ini menunjukan bahwa teroris didalam memperjuangkan ideologinya dengan jalan yang salah karena mencederai rasa kemanusiaan dengan melibatkan wanita maupun anak-anak,” ucap Panglima.

Untuk itu Panglima TNI mengajak seluruh masyarakat untuk mencegah dan memerangi terorisme yang masih tumbuh disekitar kita. “Dengan keterpaduan sehingga kita bisa membendung terorisme selain itu diperlukan kepedulian orang tua mengawasi anak-anaknya dalam penggunaan media sosial, selain itu peran Bhabinkamtibmas dan Babinsa sangat sentral untuk melakukan deteksi dini bibit-bibit radikal yang ada di masyarakat, kerjasama dengan semua komponen masyarakat untuk saling bahu membahu melaksanakan kontra radikal dan deradikalisasi,” ucap Marsekal Hadi.

Selain itu Panglima TNI juga mengajak TNI-Polri, alim ulama, Tokoh Agama dan seluruh masyarakat untuk bersatu padu tetap terpelihara negara kesatuan NKRI. “Pengaruh radikal bisa dicegah bila masyarakat peduli dengan lingkungannya membuka wawasan dan meningkatkan ilmu pengetahuan dengan belajar sehingga tidak menimbulkan dan menterjemahkan ajaran secara sempit,” ujarnya.

Kapolri Jenderal Tito Karnavian, Panglima TNI Marsekal Jadi Tjahjanto, dan Rombongan saat tiba di Mapolrestabes Surabaya.

Untuk diketahui dalam kunjungannya tersebut Kapolri didampingi Pejabat Utama Mabes Polri seperti Kadiv Propam Polri Irjen Pol Martuani Sormin, Dankorbrimob Polri Irjen Pol Rudy Sufahriadi, Karo Provost Divpropam Polri Brigjen Pol Refdi Andri, dan Karo Penmas Divhumas Polri, Brigjen Pol Muhammad Iqbal.

Sedangkan Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, didampingi Asintel Panglima TNI, Mayor Jenderal TNI Benny Indra Pujihastono, Aslog Panglima TNI, Laksda TNI Bambang Nariyono, Kapuspen TNI, Mayor Jenderal TNI M. Sabrar Fadhilah dan Kapusbintal TNI, Laksma TNI Budi Siswanto.

Turut hadir pula Gubernur Jawa Timur (Jatim) Soekarwo, Ketua DPRD Jatim Abdul Halim Iskandar, Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Arif Rahman, beserta Pejabat Utama Kodam V/Brawijaya dan Dandim Jajaran, Kapolda Irjen Pol Machfud Arifin beserta Pejabat Utama Polda Jatim dan Kapolres Jajaran, Pangarmada II Laksda TNI Didik Setiyono beserta Jajaran, Pangdivif 2 Kostrad, Mayjen TNI Marga Taufiq beserta Jajaran, Dankodiklatal Laksda TNI Darwanto, Gub AAL Laksda TNI Wuspo Lukito, serta Danlanud Abd. Saleh, Marsma TNI Andi Wijaya.