Kapolrestabes Surabaya Hadiri Kegiatan Lintas Agama

0

sergap TKP – SURABAYA

Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Rudi Setiawan menggikuti kegiatan dzikir bersama dan penutupan pengajian Al-Quran bertema ‘Indahnya Kebersamaan Antar Umat Beragama’ yang digelar oleh Majelis Dzikir Wa’Talim Ashabui Yamin Indonesia dan Al-Baihaqy Fondation di Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Baihaqy, Jl. Gunung Anyar Sejahtera, Surabaya.

Kapolrestabes menjelaskan dalam kegiatan yang diikuti oleh sejumlah tokoh lintas agama ini terkait tentang keanekaragaman Indonesia. “Ini kegiatan lintas agama, hadir dalam kegiatan ini perwakilan tokoh Buddha, Kristen, Hindu, Konghucu juga hadir, terus juga Islam. Kita disini menyampaikan pandangan kita tentang kebersamaan, keanekaragaman Indonesia, dan indahnya kebersamaan,” ujar Kapolrestabes usai buka puasa bersama, Sabtu (2/6/2018).

Lebih lanjut, Kombes Pol Rudi Setiawan juga mengatakan bahwa dalam kegiatan tersebut semua pihak setuju untuk mewujudkan toleransi antar umat beragama bersama-sama sesuai dengan tema kegiatan yakni¬†‘Indahnya Kebersamaan Antar Umat Beragama’.

“Jadi kita semua sepakat bahwa memang Indonesia ini kaya akan keberagaman. Salah satunya adalah keberagaman di agama. Dan kita semua sepakat untuk bersama-sama mewujudkan toleransi antar umat beragama dan itu merupakan suatu keindahan. Dan yang terakhir pesan yang kita sampaikan adalah kita ingin menjaga pilkada ini aman dan damai,” ujar perwira polisi dengan tiga melati dipundaknya tersebut.

Sementara itu KH. Bahar Wirawan atau yang akrab disapa Gus Bahar menjelaskan bahwa inti dari kegiatan lintas agama ini adalah merubah presepsi negatif masyarakat terhadap agama Islam. “Kita ingin menunjukan kepada masyarakat bahwa umat islam tidak sama seperti yang selama ini disampaikan. Islam itu umat yang penuh kasih sayang, damai, dan mengajak semua manusia karena bunyinyakan rahmatan lil ‘alamin bukan rahmatan lil ummah,” ujar Gus Bahar.

Ia juga sangt menyesalkan tindakan-tindakan intoleran yang sampai merengut nyawa orang lain, sebab hal tersebut bukam merupak ajaran Islam. “Jangankan manusia, hewan pun juga mesti kita sayangi. Jadi sangat kami sesalkan kalau ada yang menyakiti apalagi membunuh. Itu pasti akan kami lawan, karena itu bukan umat Islam,” ujar KH. Bahar Wirawan.