Kasus Puisi Sukmawati di SP3

0

sergap TKP – JAKARTA

Penyidik Polda Metro Jaya telah menerbitkan SP3 (Surat Perintah Penghentian Penyidikan) kasus dugaan penistaan agama yang diduga dilakukan oleh terlapor Sukmawati Soekarno Putri dalam puisi berjudul Ibu Indonesia.

Hal tersebut dijelaskan Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Polri, Brigadir Jenderal Polisi M. Iqbal dilakukan oleh penyidik setelah melalui gelar perkara dalam rangka menindaklanjuti hasil penyelidikan dan memberi kepastian hukum.

“Berdasarkan hasil Penyelidikan, bahwa perbuatan terlapor Sukmawati Sukarno Putri, membacakan Puisi berjudul Ibu Indonesia pada tanggal 29 Maret 2018 di JCC pada acara 29 tahun Anne Avante, disimpulkan tidak ditemukan perbuatan melawan hukum atau perbuatan pidana,” ujar M. Iqbal.

Lebih lanjut mantan Kapolrestabes Surabaya tersebut mengatakan perkara tersebut tidak dapat dinaikkan atau ditingkatkan ke tahap penyidikan kendati sebelumnya pihaknya telah menerima 30 laporan dari Bareskrim Polri dan Polda jajaran.

Ia juga menjelaskan dari 30 laporan tersebut dua diantara laporan polisi (LP) dari Bareskrim dan Polda Jawa Timur juga telah dicabut oleh pelapor sehingga tersisa 28 LP saja. “Sisa 28 LP dan keseluruhan LP tersebut, termasuk dari Polda jajaran telah ditarik untuk digabungkan penyelidikannya di Bareskrim Polri dengan pertimbangan materi perkara sama,” ujarnya.

Seperti diketahui sebelumnya Sukmawati diduga telah melanggar Pasal 156 KUHP, Pasal 156a KUHP, Pasal 16 UU No 40 / 2008, pasal 45a ayat (2) UU No. 19 / 2016 ttg Perubahan UU No.11/2008 ttg ITE jo. pasal 28 ayat (2)  UU No.11/2008 tentang ITE.

Namun dari serangkaian penyelidikan dan hasil gelar perkara tidak ditemukan adanya pelanggaran pidana sehingga kasus di SP3. “Penyelidik telah mendengar keterangan ahli 4 orang masing-masing satu ahli Bahasa, satu ahli Sastra, 1 ahli agama, dan 1 ahli Pidana,” tutup Iqbal.