Polresta Tangerang, Gagalkan Pelarian Pelaku Pembunuhan Sopir Taksi

oleh

sergap TKP – TANGERANG

Berakhir sudah pelarian RAP alias Anggi (25), pelaku perampokan yang tega menghabisi nyawa korbannya yakni Bernard Indrajaya yang merupakan sopir taksi Express di Cisoka, Kabupaten Tangerang.

Pelarian tersebut sendiri terhenti setelah tim buru sergap (buser) Polres Kota Tangerang melumpuhkan kakinya menggunakan timah panas di Jasinga, Bogor, Jawa Barat.

Kapolresta Tangerang Kombes Pol Sabilul Alif menjelaskan pelaku nekat menjerat leher Bernard Indrajaya dengan tali sepatu dan membawa kabur mobil taksi Express dengan Nopol B 1039 PUA yang ditumpanginya.

Lebih lanjut Sabilul mengatakan penangkapan tersebut bermula ketika pihaknya melakukan penyelidikan terkait penemuan mayat pria berseragam Taksi Express di Kampung Cirenget, Desa Pasir Muncang, Kecamatan Jayanti.

Hal tersebut selang sehari dengan penemuan mobil taksi warna putih di Desa Cibugel, Kecamatan Cisoka. Dari hasil penyelidikan tersebut pihaknya akhirnya mendapatkan ciri-ciri perampok sadis tersebut.

“Maka, setelah yakin dengan ciri yang didapat, tak lama kemudian kita meringkus pelaku di Kampung Pangradin Kecamatan Jasinga, Kabupaten Bogor,” kata Sabilul Alif yang merupakan lulusan Akpol 1996 tersebut, Selasa (18/9/2018).

Kini untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya tersebut pelaku terancam dijerat pasal 365 ayat 4 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan menyebabkan korban meninggal dunia dengan ancaman hukuman maksimal 12 tahun penjara.

Kepada petugas, Anggi mengaku aksi nekatnya tersebut telah direncanakan sebelumnya. Bahkan dalam aksinya tersebut ia tidak sendiri, ia bersama seorang rekannya menyamar sebagai penumpang. “Saya menyetop taksi di lampu merah daerah Jakarta berdua sama teman, terus berangkat ke daerah Serang,” akunya.

Dalam aksinya tersebut pelaku menggunakan modus pura-pura ingin buang air kecil dan meminta korban untuk memberhentikan mobilnya di tengah tol Jakarta-Merak. “Di tol itu, mobil berhenti karena teman saya ingin buang air. Kemudian (korban) dijerat pakai tali sepatu,” ungkapnya.

Korban yang saat itu sempat mencoba untuk melawan, akhirnya tekulai lemas tak berdaya akibat jeratan tali sepatu yang menjerat lehernya. Selanjutnya pelaku kemudian membawa mobil Taksi tersebut ke Cisoka dan berusaha menjual taksi tersebut.

Namun Taksi tersebut tidak laku dan akhirnya ditinggalkan di Kampung Cibugel Kecamatan Cisoka. Sedangkan jasad korban dibuang di semak-semak yang berada di areal pesawahan Kampung Cirenget, Desa Pasir Muncang, Kecamatan Jayanti.

Tinggalkan Balasan