Melalui FGD, Polda Jatim Gelar Deklarasi Pemilu Damai

oleh

sergap TKP – SURABAYA

Pasca Deklarasi Pemilu Damai yang diselengarakan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jawa Timur, Minggu (23/9/2018) lalu. Kepolisian Daerah Jawa Timur (Polda Jatim) kini juga melakukan hal yang sama melalui Focus Group Discussion (FGD).

Dalam kegiatan yang turut dihadiri Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNi Arief Rahman, Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Jatim Sunarta, jajaran Kapolres dan Dandim seluruh Jatim, serta perwakilan Partai Politik dan Tim Sukses tersebut, Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan mengatakan bahwa Deklarasi Damai yang diadakan pihaknya tersebut merupakan kelanjutan dari Deklarasi Pemilu Damai yang diadakan oleh KPU.

“Deklarasi Damai melalui Focus Group Discussion (FGD) ini merupakan tindaklanjut acara Deklarasi Kampanye Damai Pilpres dan Pileg di halaman KPU kemarin. Kegiatan seperti ini akan dilakukan lanjutan mulai hingga tingkat bawah Polres jajaran, Polsek hingga Bhabinkamtibmas serentak,” jelas Kapolda Jatim di Surabaya, Kamis (27/9/2018).

Sebab agenda Pemilu Serentak 2019 merupakan salah satu agenda penting yang perlu diantisipasi kerawanannya. Dimana hal-hal yang perlu diwaspadai antara lain seperti money politic (politik uang), black campaign (kampanye gelap), hoax (berita bohong), dan hate speech (ujaran kebencian). “Sebab jika terjadi akan berpotensi mengganggu penyelenggaraan pemilu damai,” imbuhnya.

Selain itu Deklarasi Damai ini dijelaskan oleh mantan Wabaintelkam Polri tersebut sebagai momentum untuk saling mengintropeksi diri sesuai subtansi dan wewenangnya sebagai mana mestinya sehingga terwujut Jatim aman dan damai selama tahapan sampai berlangsungnya proses Pilpres dan Pileg 2019.

“Adapun indikator keberhasilan pemilu, tingkatkan partisipasi politik, pemilih tinggi, tahapan pemilu lancar aman dan kondusif,” ujar Jenderal Polisi dengan dua bintang dipundaknya tersebut.

Lebih lanjut Irjen Luki Hermawan juga kembali mengingatkan bahwa kekuatan terbesar di Jatim untuk dapat mengantisipasi potensi permasalahan pemilu yang dapat menimbulkan gangguan Kambtibmas selama Pemilu adalah toleransi. “Kekuatan terbesar di Jatim adalah tolerensi keberagaaman, mengolah keberagaman menjadi damai,” tandasnya.

Sekadar untuk diketahui, berikut merupakan isi dari Deklarasi Damai Pemilu 2019 di Mapolda Jatim :

Kami Ketua Tim Kampanye Daerah dan Ketua DPD/DPW Partai Politik Provinsi Jawa Timur peserta Pemilu 2019 Berikrar:

1. Siap mengikuti Pemilu tahun 2019 secara jujur, adil, santun, dan bermartabat.

2. Siap bekerjasama dengan penyelenggaraan dan pengawas Pemilu 2019 untuk tidak mengangkat isu  isu berbau SARA dan Provokasi.

3. Siap bekerjasama dengan aparat Polri – TNI untuk menjaga situasi kamtibmas yang kondusif, aman dan damai pada pelaksanaan Pemilu 2019 di Jawa Timur serta dapat mengendalikan massa pendukung masing masing dan mendukung sepenuhnya tindakan tegas aparat penegak hukum sesuai dengan ketentuan peraturan perundang undangan.

4. Siap menerima hasil penghitungan suara Pemilu 2019 berdasar keputusan KPU Jawa Timur

5. Siap mewujudkan Pemilu 2019 di Jawa Timur berjalan secara aman, damai, dan sukses serta turut memelihara situasi kamtibmas yang kondusif.

Demikian ikrar kesepakatan ini kami buat dengan kesadaran dan penuh rasa tanggung jawab dengan sebenar benarnya serta tanpa ada paksaan dari pihak manapun dalam rangka mewujudkan suksesnya Pemilu tahun 2019 di Jawa Timur.

 

Tinggalkan Balasan