Jatanras Polda Jatim Bekuk Dua Anggota Komplotan Curanmor

oleh

sergap TKP – SURABAYA

Dua orang komplotan pencurian kendaraan bermotor (curanmor) spesialis kendaraan yang terparkir di pinggir jalan berhasil diringkus aparat Subdit III Kejahatan dan Kekerasan (Jatanras) Kepolisian Republik Indonesia Daerah Jawa Timur (Polda Jatim).

Dijelaskan oleh Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung Mangera kedua tersangka yang diketahui identitasnya sebagai Muhammad Imron (36) warga Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Pasuruan dan Muhammad Solikin (32) warga Jalan Kolonel Sugiono, Kota Malang tersebut merupakan spesialis curanmor dengan cara membuka paksa kunci sepeda motor maupun mobil.

“Kedua orang pelaku ini spesialis curanmor di belasan TKP (Tempat Kejadian Perkara) di wilayah Jatim,” ujar Kombes Pol Frans Barung Mangera di depan kantor Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jatim, Senin (8/10/2018).

Ditambahkan oleh Wadir Reskrimum Polda Jatim AKBP Juda Nusa Putra kedua tersangka yang juga diketahui merupakan residivis tersebut merupakan jaringan curanmor yang berada di wilayah Jawa Timur. “Keduanya merupakan satu jaringan atau kelompok, yakni milik Muhammad Imron alias Baron,” imbuh AKBP Juda Nusa Putra.

Selain itu pihaknya kini juga masih melakukan pengejaran terhadap sejumlah rekan pelaku yang telah ditetapkan sebagai DPO (daftar pencarian orang).

“Lima orang yang ditetapkan DPO, lanjut Juda, yakni inisial M alias P (36), J (45), A alias ARP (30) dan AMBN (40). Sasaran dari komplotan ini yakni mobil maupun kendaraan bermotor yang di parkir di pinggir jalan. Komplotan ini juga melancarkan aksinya di rumah-rumah yang ditinggalkan penghuninya, dengan kendaraan bermotor maupun mobil di dalamnya,” jelasnya.

Dalam hal ini Muhammad Imron berperan ganda sebagai eksekutor sekaligus penadah barang hasil tindak pidana. “Pelaku juga dikenal sebagai 480 atau penadah barang tindak kejahatan,” terang mantan Kapolres Lamongan tersebut.

Komplotan yang berjumlah sekitar lima orang ini modusnya mencari sasaran kendaraan bermotor yang di parkir di pinggir jalan maupun di rumah yang ditinggal penghuninya. “Modusnya yakni, dua orang bertuga melakukan pengawasan di lingkungan sekitar. Dua orang lainnya melakukan pencurian mobil dengan merusak kunci mobil maupun motor menggunakan kunci T. Sedangkan satu pelaku bersiap di dalam mobil sebagai sopir,” jelasnya.

Untuk sasaran wilayahnya sendiri komplotan ini umumnya beraksi di wilayah Kota Malang dan Kabupaten Pasuruan. Kendati demikian pihaknya masih terus melakukan pengembangan sebab tidak menutup kemungkinan aksi komplotan ini juga dilakukan di luar kedua daerah tersebut. “Kemungkinan bisa di TKP lain-lain. Saat ini masih terus kita kembangkan,” tegasnya.

Sedangkan Kasubdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim, AKBP Leonard Sinambela menambahkan hasil kejahatan tersebut oleh tersangka dijual ke Madura. “Tersangka Baron juga memfasilitasi komplotannya dengan mobilnya, yakni digunakan untuk berkeliling mencari sasaran,” tambah mantan Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya ini.

Sementara terkait barang bukti yang berhasil diamankan, antara lain tiga unit mobil dengan berbagai macam merek, tiga unit sepeda motor, tiga buah kunci letter L yang sudah dimodifikasi, satu set kunci letter T, empat buah anak kunci letter T, enam buah handphone berbagai merek dan tiga buah BPKB kendaraan bermotor.

Akibat perbuatannya tersebut kini kedua tersangka harus mendekam di balik jeruji besi dan terancam dijerat dengan Pasal 363 KUHP dan Pasal 480 KUHP.

 

Tinggalkan Balasan