Timsus Bentukan Polda Jatim dan Polrestabes Surabaya Sita 3,2 Kg Sabu

oleh

sergap TKP – SURABAYA

Tim khusus bentukan Polda Jawa Timur dan Polrestabes Surabaya untuk membongkar peredaran narkotika di wilayah Surabaya sampai Jawa Timur berhasil membekuk tiga kurir pengedar narkoba dari jaringan Lapas maupun Internasional.

Diawali dengan Direktorat Narkoba Polda Jawa Timur yang berhasil mengamankan 1 kilogram sabu dari jaringan Internasional yang dibawa oleh dua orang pelaku asal Malaysia bernama Chia Hwa dan Henry Lau Kie Lee.

“Dari Polrestabes Surabaya dalam waktu yang hampir bersamaan tanggal (19/10), dari Direktorat Polda Jatim menangkap 1 kilo lebih narkoba jaringan internasional yang mana pelakunya dua orang jadi warga negara Malaysia,” ujar Kapolda Jatim Luki Hermawan dalam rilis di Mapolrestabes, Rabu (24/10/2018).

Lebih lanjut Kapolda menjelaskan keduanya menumpang pesawat AirAsia dari Malaysia dan berangkat tanggal 19 sekira pukul 09.00 pagi dan sampai di Juanda sekira pukul 11.00. “Mereka turun naik taksi dan masuk ke salah satu hotel di Surabaya dan diamankan ,” ujar Kapolda.

Kapolda juga berencana melakukan koordinasi ke pihak Angkasapura terkait kedua pelaku yang bisa lolos dan tidak terdeteksi oleh petugas bandara. “Kami akan koordinasi lagi nanti ke depan dengan pihak bandara karena mereka tidak terdeteksi. Ini kami akan koordinasi dengan di Angkasaputa untuk pengamanan terutama untuk barang-barang dan narkoba ini kenapa bisa lolos,” ungkapnya.

Sementara itu jenderal Polisi dengan dua bintang dipundaknya tersebut juga menjelaskan pihaknya melalui Ditreskoba dan Polrestabes Surabaya juga berhasil menyita 2 kilogram sabu dan 4.100 butir pil ekstasi dari seorang kurir di Sidoarjo pada tanggal (21/10) yang mana diketahui diperintahkan dari dalam salah satu lapas yang ada di Madiun.

“Ini sudah 88 kali dia (kurir) dapat perintah dan mengirim ini. Kami kembangkan terus pelaku-pelakunya dan jaringannya demikian modus operandi yang tadi dimasukkan ke dalam butter cookies,” jelas Luki Hermawan.

Dari situ, dijelaskan oleh Luki bahwa paket narkoba yang diselipkan dalam butter cookies tersebut dititipkan di restoran. “Nanti di situ ada yang ngambil. Nah, ini lagi dikembangkan. Yang jelas pasti disitu ada pertemuan, disitu ada yang ngambil. Ini semuanya terputus semuanya yang jelas di wilayah Jawa Timur,” imbuhnya.

Tinggalkan Balasan