Lalu Lintas Suramadu Dialihkan ke Kenjeran dan MERR

oleh

sergap TKP – SURABAYA

Guna mengurai kemacetan lalu lintas usai gelaran Millenial Road Safety Festival 2019, Minggu (17/3) di Jembatan Suramadu, Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polrestabes Surabaya melakukan rekayasa lalu lintas.

Upaya rekayasa lalu lintas tersebut dilakukan dengan fokus dua titik, yaitu dari arah Jalan Kenjeran arah ke Jalan Kapasan dan Jalan Kenjeran arah ke Jalan MERR (Middle East Ring Road).

“Kami dari Satlantas Polrestabes Surabaya sudah mengantisipasi rekayasa arus lalin usai bubaran acara Millenial Road Safety Festival di Jembatan Suramadu,” kata Kasatlantas Polrestabes Surabaya, AKBP Eva Guna Pandia usai gelaran MRSF 2019.

Lebih lanjut perwira polisi dengan dua melati dipundaknya tersebut menjelaskan bahwa dua rekayasa lalu lintas tersebut yakni dari arah Jembatan Suramadu menuju ke Jalan Kedung Cowek, dialihkan menuju ke Jalan Kenjeran arah Jalan Kapasan dan arah ke Jembatan Suramadu dialihkan ke Jalan Kenjeran arah Jalan MERR, dan lanjut ke Jalan Ir. Soekarno hingga ke Tol Berbek.

“Karena masyarakat yang hadir kemungkinan ini mencapai 50 hinggan 200 ribu orang. Maka dua lokasi jalan itulah yang akan kita prioritaskan untuk memecah kepadatan massa maupun kendaraan,” jelas Pandia.

Pihaknya juga mengaku telah melakukan koordinasi dengan pihak Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya terkait acara Car Free Day (CFD) yang biasanya digelar pada hari Minggu untuk ditiadakan sementara dan fokusnya dialihkan pada Millenial Road Safety Festival di Jembatan Suramadu.

“Anggota Polrestabes Surabaya sudah disiagakan sejak pagi di titik-titik yang ditentukan. Anggota, sudah siap mulai dari kedatangan sampai nanti kembalinya masyarakat. Intinya, Polrestabes Surabaya sudah siap mengamankan berjalannya kegiatan hingga nanti berakhirnya kegiatan. Terlebih dalam mengurai kepadatan dan kemacetan usai kegiatan,” ucapnya.

Sementara terkait estimasi waktu rekayasa lalu lintas tersebut, Pandia mengaku targetnya sampai pukul 10.00 WIB sudah selesai. Sehingga nantinya petugas bisa melakukan fokus pembubaran massa sebelum kemudian dilakukan normalisasi arus lalu lintas di wilayah Suramadu dan sekitarnya.

“Estimasi waktu rekayasa lalin lebih kurang dengan massa sebanyak ini, sekitar dua sampai tiga jam. Mudah-mudahan satu jam sudah cukup, dan bisa dibuka kembali,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan