Ditresnarkoba Polda Jatim Ungkap 23 Kasus

oleh

sergap TKP – SURABAYA

Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Jatim berhasil mengungkap 23 kasus dalam Operasi Penyakit Masyarakat (Pekat) yang berlangsung selama 14 hari terhitung mulai tanggal 14-28 Mei 2019.

Dirresnarkoba Polda Jatim Kombes Pol Drs. Sentosa Ginting Manik menjelaskan dalam pengungkapan kasus tersebut pihaknya berhasil mengamankan 5,5 kg narkotika jenis sabu dan 26.000 butir pil carisoprodol yang beratnya mencapai 14 kg.

Itu terdiri dari tiga kasus (tiga LP) satu di Sidoarjo, TKP (tempat kejadian perkara) dua di bungurasih, TKP tiga di perak. Jadi totalnya sekitar 20 kg untuk operasi pekat selama berlangsung ini, ujar Kombes Pol Sentosa Ginting, Selasa (28/5/2019).

Perwira menengah polisi dengan tiga melati dipundaknya tersebut menerangkan target operasi (TO) pihaknya dalam kasus ini sebenarnya hanya 12 kasus. Tapi selama berlangsungnya operasi kita dapat over prestasi sebanyak 11 kasus jadi 23 kasus, imbuhnya.

Ginting juga mengatakan jika dibandingkan dengan tahun lalu, hasil ungkap pihaknya sudah melampau target. Operasi pekat ini berlangsung tiap tahun, kita bandingkan dengan tahun kemarin over prestasinya kalau tahun ini 300 persen. Kalau targetnya 12 kita dapat 23 kasus, bebernya.

Sedangkan untuk trennya sendiri, Ginting mengungkapkan diantaranya ada yang merupakan sindikat dari luar dan saat ini modus peredaran narkotika sudah sangat berkembang dan terus berubah tiap tahun.

Jadi trennya semakin hari semakin berkembang, jadi kadang kadang modus yang digunakan tahun sekarang ini untuk tahun selanjutnya modusnya akan berbeda, ungkap mantan Dirresnarkoba Polda Gorontalo tersebut.

Bahkan salah satu motif yang berhasil diungkap pihaknya bersama Bea Cukai ada yang dimasukan ke dalam minuman. Itu pakai cairan, jadi dimasukan kedalam minuman, tambahnya.

Tinggalkan Balasan