Oknum Anggota Polres Cianjur Terlibat Perkelahian, Satu Warga Tertembak

oleh -
oleh

sergap TKP – SUKABUMI

Diduga dipicu kesalahpahaman, Dua oknum anggota Polres Cianjur, Jawa Barat, terlibat perkelahian dengan beberapa pemuda. Akibat kejadian tersebut, seorang warga tertembak.

Informasi yang didapat sergap TKP, Peristiwa perkelahian itu terjadi pada Sabtu (25/03/2017) petang tepatnya di Jalan Cianjur-Sukabumi atau di Kampung Kadugede, Desa Sukalarang, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.

Perkelahian ini, diduga bermula saat Bripda RR yang membonceng Bripda RMA dari arah Cianjur menuju Sukabumi dengan menggunakan sepeda motor Ninja ketika berada dilokasi kejadian ditegur sekelompok pemuda lantaran menerobos kemacetan panjang.

Diduga tak terima dengan teguran tersebut, kedua oknum petugas ini kemudian terlibat percekcokan dan buntutnya,  Bripda RMA mengeluarkan senjata air soft gun dan menembakannya beberapa kali.

”Saat terlibat percekcokan, Tiba-tiba oknum petugas tersebut mengeluarkan senjata dan menembakannya,” ujar Ade Kusmana, tokoh masyarakat setempat. Sabtu (25/03/2017)

Akibat tembakan tersebut, seorang warga bernama NUR alias Coki (17), warga Kampung Cisero, Desa Pasirhalang, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Sukabumi, terkena serempetan peluru senjata di bagian pipinya.

Mengetahui kejadian tersebut, warga yang kebetulan berada di sekitar lokasi kejadian langsung mengeroyok kedua oknum petugas tersebut. Kedua petugas yang  kewalahan karena kalah jumlah, kemudian melarikan diri ke arah Polsek Sukalarang.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Jawa Barat Kombes (Pol) Yusri Yunus membenarkan peristiwa tersebut. Dia menjelaskan, dua anggotanya itu membela diri karena dikeroyok oleh kelompok pemuda yang tengah mintai uang ‘mel’ kepada para sopir  truk-truk yang melintas.

“Sepulang berdinas, kedua anggota melihat ada warga yang sedang ngemel dari truk-truk hingga membuat macet panjang. Lalu, anggota kemudian memberikan teguran,” kata Yusri kepada wartawan, Sabtu (25/03/2017) malam.

Padahal saat itu, lanjut dia, kedua petugas mengaku sebagai polisi. Namun, beberapa pemuda itu malah mengeroyoknya. Anggota kemudian membela diri dan mengeluarkan air soft gun. Namun, untuk memastikan hal itu dibutuhkan penyelidikan mendalam.

“Kasus ini sudah ditangani. Untuk dua anggota tengah ditangani Provost Polres Sukabumi Kota,” ujarnya.

No More Posts Available.

No more pages to load.