sergap TKP – SURABAYA
Satu dari dua orang kurir sabu seberat tiga kilogram terpaksa harus meregang nyawa setelah dada kirinya tertembus timah panas yang dilesatkan petugas Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Timur, Minggu (30/7/2017).
Pelaku tewas yakni Achmad Sugianto, warga Karang Sentul, Gondang Wetan, Kabupaten Pasuruan. Sedangkan satu rekannya yang berhasil diamankan petugas yakni Totok Suryanto (50) warga Kampung Baru, Gading Kodya, Kabupaten Pasuruan.
Dalam penangkapan tersebut turut disita barang bukti 3 kg narkotika jenis sabu, telepon genggam, dan kartu ATM yang diduga digunakan para pelaku untuk transaksi narkoba.
Kepala BNNP Jatim Brigjen Pol Fatkhur Rahman menjelaskan saat ini pihaknya akan menindaklanjuti keterlibatan jaringan Lapas Porong terkait hasil ungkap kasus ini.
“Tersangka yang diamankan termasuk yang ditembak mati ada kaitan dengan jaringan Lapas Porong. Nanti tim akan bergerak ke Lapas Porong dan berkoordinasi dengan Kanwilkunham Jatim untuk menindaklanjuti hasil penyelidikan dari anggota,” ujar Brigjen Pol Fatkhur Rahman, Senin (31/7/2017).
Ia mengaku masih cukup sulit bagi pihaknya untuk membongkar jaringan tersebut karena 80 persen peredaran narkoba di Jatim dikendalikan dari lembaga permasyarakatan (Lapas). “Hampir 80 persen peredaran narkoba di Jatim dikendalikan dari lembaga permasyarakatan. Kami sedang berusaha membongkar jaringan tersebut, tapi sampai sekarang kami masih kesulitan,” ucapnya.
Kendati sabu yang berhasil disita pihaknya lumayan besar Fatkhur Rahman juga yakin masih ada jaringan yang lebih besar dengan barang bukti yang pastinya lebih besar.
“Saya perkirakan narkotika jenis sabu-sabu yang ada di Jatim bisa ratusan kilogram. Barang kebanyakan dari Cina dan Taiwan. Sementara kalau di Indonesia, khususnya Jatim hingga saat ini tidak ada pabrik-pabrik narkoba itu,” ucapnya.






