Polrestabes Surabaya Bantu Mediasi Bonek dan PSHT

oleh -

sergap TKP – SURABAYA

Pasca bentrokan antara sejumlah pendukung klub sepakbola Persebaya atau yang dijuluki sebagai Bonek dan dua orang pesilat dari Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT), Kepolisian Resor Kota Besar (Polrestabes) Surabaya memanggil perwakilan dari kedua belah pihak.

Pemanggilan yang ditujukan untuk memediasi kedua belah pihak bertujuan untuk menyelesaikan konflik dengan kepala dingin. Hadir disitu perwakilan dari PSHT sebanyak 15 orang dengan koordiantornya yakni Maksum Rusakin selaku Ketua PSHT cabang Surabaya serta 15 orang Bonek dengan koordinatornya yakni Andi Peci.

“Ini semua pihak paham posisinya temen-temen dari SH Terate juga dengan niat yang tulus itu ya ingin meredam dan menyerahkan sepenuhnya dengan proses hukum proses hukum itu siapa yang mengambil kami karena kejadian tersebut tempat kejadian perkara ada di wilayah hukum Polres tabes Surabaya,” kata Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol M Iqbal usai memimpin jalannya mediasi di gedung serbaguna Polrestabes Surabaya, Minggu (1/10/2017).

Ia juga mengatakan dengan adanya mediasi atau silaturahmi yang berlangsung kondusif dan lancar ini bisa segera menemukan petunjuk-petunjuk baru guna menyelsaikan masalah ini.

Insya Allah nanti berawal dari Andi Peci dan beberapa teman-temannya kami tentunya ada petunjuk di situ, tidak perlu kami sampaikan yang ada petunjuk ada bukti-bukti lainnya tapi hal yang paling fundamental adalah pertemuan sore ini tatap muka silaturahim semua dengan kepala dingin tidak ada otot-ototan,” ucap mantan Kabid Humas Polda Metro Jaya ini.

Kapolrestabes juga mengaku bahwa dirinyalah yang paling bertanggung jawab atas insiden yang terjadi di wilayah hukumnya tersebut.

“Saya adalah orang yang paling bertanggung jawab tentang kejadian ini maka dari itu kami menginisiasi meminta saudara saya yang di kanan (PSHT) dan kiri (Bonek) saya ini untuk duduk satu meja meluangkan waktunya ya untuk menjaga Surabaya bersama-sama menjaga Surabaya ya itu nanti nanti kita lakukan ini sudah sudah dijamin kawan-kawan teratai meredam itu semua keadaan dan lainnya tidak akan melakukan hal-hal demikian juga,” ujar perwira dengan tiga melati dipundaknya tersebut.

Sementara itu perwakilan dari PSHT juga telah menyerahkan kasus ini sepenuhnya kepada pihak kepolisian dan menganggap bahwa kejadian tersebut adalah musibah.

“Biarlah nanti bapak-bapak di Kepolisan yang akan mengambil langkah-langkah hukum yang dianggap perlu dan kami memberikan kepuasan penuh dan selanjutnya kami akan meredam pergerakan dari anggota kami dengan alasan apapun dan siapapun bawa kita harus menghormati proses hukum yang ada di negara kita,” ujar Ketua PSHT cabang Surabaya.

Selain itu perwakilan dari Bonek sendir juga telah mengucapkan belasungkawa atas insiden yang menyebabkan dua anggota PSHT harus meninggal dunia dan siap dan bersedia melalui proses hukum yang akan terjadi. “Kalau nanti diproses kami mengikuti apapun proses hukum dan saya siap jadi saksi dalam peristiwa ini,” ucap Andi Peci.