Polrestabes Gandeng Toga

oleh -

sergap TKP – SURABAYA

Menjelang hari raya Natal dan Tahun Baru 2019, Kepolisian Resor Kota Besar (Polrestabes) Surabaya mengumpulkan sejumlah tokoh lintas agama yang ada di Kota Pahlawan guna menciptakan keamanan dan ketertiban masyarakat.

Hadir dalam kegiatan yang berlangsung di Bhara Daksa, Mapolrestabes Surabaya tersebut Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Surabaya, Uskup, Pendeta, perwakilan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya, dan sejumlah tokoh agama lainnya.

Dijelaskan oleh Wakapolrestabes Surabaya, AKBP Leo Simarmata, kegiatan yang merupakan gagasan dari Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Rudi Setiawan ini, diharapkan bisa sama-sama menjaga kondusifitas di Kota Surabaya. Terlebih saat Natal dan Tahun Baru 2019.

“Tujuannya untuk menjaga kamtibmas dan kondusifitas Kota Surabaya jelang Natal dan Tahun Baru 2019. Sehingga Natal bisa berjalan dengan aman dan kondusif, begitu juga dengan mengantisipasi aksi teror bom seperti sebelumnya,” jelas AKBP Leo Simarmata.

Selain ini turut dibahas pula perihal pengamanan secara teknis dan juga koordinasi pada saat pelaksanaan di lapangan. “Kita memberikan tips-tips juga. Hal-hal apa yang perlu dan harus dilakukan dalam pengamanannya,” ucap Leo.

Pihaknya juga optimis dengan adanya koordinasi ini pengaman Natal nantinya akan ada kesinambungan antara seluruh elemen masyarakat. Termasuk dalam hal pengamanan di lapangan. “Jadi tidak hanya dari Polri saja. Tapi ada dari TNI maupun juga dari unsur elemen Pamswakarsa,” jelasnya.

Pengamanan tersebut nantinya juga akan dibantu oleh Banser NU, Muhammadiyah, Dishub dan Satpol PP Pemerintah Kota Surabaya. “Mari kita ciptakan situasi dan kondisi di Surabaya menjadi aman dan terwujudnya kamtibmas saat pelaksanaan Natal dan Tahun Baru 2019,” tandasnya.

Sekedar untuk diketahui, sebelumnya Polrestabes Surabaya juga telah mengadakan Focus Group Disucion (FGD) yang menggandeng pedagang kimia industri se-Kota Surabaya, beserta tokoh agama (toga) dan tokoh masyarakat (tomas) dengan fokus pembahasan antisipasi teror bom menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru 2019.