sergap TKP – SURABAYA
Dalam rangka memperingati hari Kartini, Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokes) Polda Jatim menggelar pemeriksaan pap smear gratis bagi Polwan dan ASN (Aparatur Sipil Negara) wanita Polda Jatim.
Pemeriksaan pap smear tersebut dilakukan guna mendeteksi keberadaan kanker serviks melalui uji medis. Dimana penyakit kanker serviks atau kanker leher rahim masih menjadi momok menakutkan bagi setiap perempuan.
Sebab sampai saat ini kanker serviks menjadi salah satu penyebab kematian tertinggi pada kaum perempuan di dunia. Data 2017, menyatakan Indonesia tertinggi kedua di dunia penderita kanker serviks.
Untuk itu bertempat di Gedung Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP), Jumat (26/4), Biddokkes Polda Jatim bekerjasama dengan Lab Pramita dalam menggelar serangkaian pemeriksaan pap smear ini.
“Kegiatan ini diselenggarakan dalam rangkaian memperingati hari Kartini. Tujuannya untuk mendeteksi dini dan mencegah terjadinya kanker serviks pada perempuan, khususnya bagi Polwan dan ASN wanita Polda Jatim,” Kabid Dokkes Polda Jatim Kombes Pol Budi Heryadi, Jum’at (26/4/2019).
Lebih lanjut Kabid Dokkes menjelaskan, kegiatan pemeriksaan semacam ini akan digelar secara berkala setiap bulannya. Bahkan pemeriksaan pap smear gratis ini tidak hanya dilakukan di Polda Jatim saja melainkan juga dilaksanakan secara berkala di tiap Polres-Polres dengan target 60 peserta tiap kegiatannya.
“Tidak ada persyaratan khusus, yang penting datang dan kita layani. Program ini sebetulnya setiap bulan kita laksanakan,” ungkap Kombes Budi Heryadi.
Untuk itu dirinya juga mengimbau kaum wanita untuk membiasakan diri melalui pola hidup sehat dan memeriksakan diri secara berkala, minimal setahun sekali. Hal tersebut juga berlaku pula bagi wanita berkeluarga, dimana pemeriksaan pap smear dan payudara sama pentingnya untuk mencegah terjadinya kanker.
“Lebih baik mencegah dan deteksi dini. Sebab kalau sudah timbul stadium lanjut, kita tidak bisa apa-apa. Dan obatnya juga susah,” imbaunya.
Kedua kanker tersebut dapat menyebabkan kematian. Bahkan salah satu anggota dokter di Biddokkes Polda meninggal dunia lantaran terkena kanker payudara yang baru diketahuinya setelah memasuki stadium akhir.
“Bagi Polwan dan ASN yang mau periksa, kamis fasilitasi, dan gratis. Masyarakat pun silahkan, bisa periksa disini. Lebih baik mencegah dini daripada mengobati,” tandasnya.








