sergap TKP – SEMARANG
Setelah dilakukan pemeriksaan, Puluhan warga negara asing (WNA) asal Taiwan dan China yang ditangkap petugas Imigrasi dari rumah mewah di Kota Semarang Jawa Tengah beberapa waktu lalu, ternyata keberadaannya dipastikan tak terkait dengan pesta demokrasi Pemilu.
Kepastian keberadaan mereka tidak terkait dengan pesta demokrasi Pemilu yang sedang berlangsung ditanah air itu disampaikan oleh Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham Jateng, Sutrisman.
“(Keberadaan 40 WNA) tidak ada hubungan sama sekali dengan masalah-masalah politik (Pemilu),” ujar Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham Jateng, Sutrisman, Senin (22/4/2019).
Hal senada juga disampaikan Dirkrimsus Polda Jateng, Kombes Pol Hendra Suhartiyono.
Menurut Hendra Suhartiyono, Dari pemeriksaan sementara, mereka merupakan sindikat penipuan dan pemerasan terhadap warga negara China dan Taiwan. Para pelaku berpura-pura sebagai penegak hukum yang menginformasikan bahwa target terlibat tindak pidana dan apabila mau dibantu agar menyerahkan sejumlah uang kepada pelaku.
“Masalah ini murni kejahatan cyber dengan modus penipuan pemerasan. Korbannya di negara asalnya dia di China dan Taiwan. Jadi dengan modus-modus seperti itu mereka ada yang berperan sebagai pengadilan, sebagai kepolisian, ada yang berperan sebagai penghubung dan operator dan lain-lain,” terang Kombes Pol Hendra Suhartiyono.
Untuk diketahui, petugas Kantor Imigrasi Kelas I Semarang pada Kamis 18 April sekira pukul 17.00 WIB mengamankan sebanyak 12 orang yang terdiri 10 laki-laki dan dua perempuan warga negara asing (WNA) asal Taiwan dan 28 orang terdiri 24 laki-laki dan empat perempuan asal China.
Mereka yang sudah berada di Kota Semarang sejak dua bulan lalu tersebut, ditangkap di sebuah rumah mewah di Kompleks Perumahan Puri Anjasmoro Blok M2 Nomor 11 Kelurahan Tawangsari, Kecamatan Semarang Barat, Kota Semarang.







