Terkait Sidang Putusan MK, Polda Jatim Menggelar Apel Konsolidasi

oleh -

sergap TKP – SURABAYA

Untuk meningkatkan pengamanan terkait dengan sidang putusan Mahkamah Konstitusi (MK), Kepolisian Daerah Jawa Timur (Polda Jatim) menggelar Apel Konsolidasi di Mapolda Jawa Timur, Jalan A Yani 116 Surabaya. Kamis (13/6/2019).

Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan mengatakan, Apel Konsolidasi ini memang agak berbeda dengan Apel  Operasi Ketupat sebelumnya. Karena Apel Konsolidasi terkait dengan sidang dari putusan MK.

“Baru tahun ini ada Apel Konsolidasi karena selesai Operasi Ketupat dilanjutkan ada kegiatan yaitu untuk menghadapi sidang yang nanti akan dilakukan di tanggal 22 sampai dengan tanggal 28. Namun sesuai tanggal 14 ini mulai kita meningkatkan pengamanan terkait dengan sidang dari putusan MK.” kata Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan. Kamis (13/6/2019).

“Dalam Apel Konsolidasi ini, kami dibantu oleh TNI dengan stakeholder dan lainnya dengan tokoh agama dan dari pimpinan Ibu Gubernur juga sangat perhatian sekali masalah keamanan Jawa Timur.” Ujar Irjen Pol Luki Hermawan.

Sedangkan terkait dengan BKO pasukan Polda Jatim di Jakarta, Polda Jatim sampai sekarang telah menurunkan sebanyak 1200 orang.

“Pasukan kami yang ada di sana masih ada sekitar 1200 orang sampai sekarang dari sebelum tanggal 17 kemarin, tanggal 1 dan tanggal 22 sudah berada di Jakarta sampai dengan sekarang. Sehingga kami disini meminta bantuan dari TNI lebih karena pasukan kami 1200 orang ada di Jakarta.” Terang Luki Hermawan.

Ketika ditanya apakah di Jatim akan dilakukan sweeping terhadap warga masyarakat yang berencana akan turun ke Grahadi ? Kapolda menyatakan pihaknya telah menghimbau agar para Pimpinan yang ada di Forkopimda Jawa Timur tidak menurunkan anggotanya ke Grahadi.

“Kami sudah mengimbau kepada tokoh-tokoh yang ada di sini, dan Alhamdulillah berkat bantuan dari pimpinan pimpinan yang ada di Forkopimda Jawa Timur seperti ada beberapa kegiatan yang 14 juga akan turun ke Grahadi. Dengan bantuan beberapa tokoh agama dengan pimpinan-pimpinan tidak jadi tanggal 14 di Grahadi.” Terangnya.