Satgas Pangan Polda Jatim Ungkap Kasus Perdagangan Daging Impor Tidak Memenuhi Sanitasi Pangan

oleh -

sergap TKP – SURABAYA

Tim Satgas Pangan Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Jatim berhasil mengungkap kasus dugaan tindak pidana perdagangan daging impor tidak memenuhi sanitasi pangan.

Wadirreskrimsus Polda Jatim, AKBP Arman Asmara menjelaskan pengungkapan kasus ini merupakan hasil penyidikan Tim Satgas Pangan bekerja sama dengan Dinas Peternakan Provinsi Jatim.

Adapun barang bukti yang disita dalam kasus ini adalah 5.549 kg daging sapi impor, 740 kg daging kerbau impor, 1.000 kg kikil sapi, dan 3 ekor kepala sapi yang seluruhnya diimpor dari Australia.

Dalam kasus ini pihaknya juga telah menetapkan satu orang sebagai tersangka dengan inisial SWR selaku pemilik UD SMN. Dimana usaha milik pelaku yang beralamat di Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang tersebut merupakan tempat penjualan daging impor yang diduga tidak memenuhi sanitasi pangan.

“Dengan cara melakukan usaha penyimpangan distribusi daging sapi dan daging kerbau impor, serta daging lokal yang tidak memenuhi sanitasi pangan,” ujar Arman Asmara di Mapolda Jatim, Surabaya, Kamis (4/7/2019).

Pada kesempatan yang sama, Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Veteriner (Kesmavet) Disnak, Juliani mengungkapkan bahwa dalam kasus ini yang bersangkutan telah melakukan pelanggaran dengan tidak memiliki nomor kontrol veteriner (NKV).

“Jadi, ini tidak memenuhi syarat. Karena unit usaha produk hewan itu, ada yang bernomor kontrol veteriner itu bisa ada dicold storage-nya, dipengolahannya. Dan kalau disini kami mengaudit di cold storage-nya,” paparnya.

Tidak hanya itu, Juliani juga mengatakan bahwa daging impor asal Australia tersebut belum mendapat rekomendasi dari Dinas Peternakan, Bidang Kesehatan masyarakat veteriner.

Padahal untuk produk makanan, khususnya impor harus memiliki NKV yang disematkan kepada produknya. “Intinya, untuk penjaminan keamanan pangan. Jadi dasar untuk higenisanitasi,” pungkasnya.

No More Posts Available.

No more pages to load.