Hanya Manusia, Film Polri Yang Angkat Human Trafficking Ke Layar Lebar

oleh -

sergap TKP – SURABAYA

Setelah sukses dengan dua filmnya yang telah tayang di Bioskop, Divisi Humas Mabes Polri kembali memproduksi film layar lebar yang ketiga dengan judul “Hanya Manusia” yang mengangkat kisah human trafficking (perdagangan manusia).

Film bergenre drama action yang dibintangi oleh Prisia Nasution, Yama Carlos, dan Lian Firman ini bakal segera tayang di seluruh bioskop di tanah air pada 7 November 2019 mendatang.

Kabag Penerangan Umum Biro Penmas Divisi Humas Polri, Kombes Pol Asep Adi Saputra menjelaskan, human trafficking berada di posisi lima kejahatan terbesar di dunia setelah terorisme, narkoba, korupsi, dan penyelundupan senjata api. 

“Tindakan human trafficking terus menjadi ancaman bagi keamanan negara. Bahkan, angka perdagangan manusia cukup tinggi dengan banyaknya tenaga kerja ilegal yang dikirim keluar negeri,” kata Kombes Asep saat acara Meet and Greet bersama cast film “Hanya Manusia” di Surabaya, Sabtu (2/11/2019) malam.

Pada kesempatan tersebut, Kombes Asep juga menjelaskan bahwa melalui film Hanya Manusia ini pihaknya ingin menunjukan memprihatinkannya human trafficking di Indonesia dan peran polisi yang secara emosional sama seperti manusia biasa dalam menjalankan tugasnya.

Tema trafficking ini sendiri diambil untuk mengenalkan modus yang digunakan dalam praktek perdagangan orang dengan cara penculikan. Karena, angka perdagangan manusia ini sangat banyak terjadi seperti pengiriman TKI ilegal sampai prostitusi.

“Untuk mengurangi angka human trafficking di Indonesia, dibutuhkan upaya besar yang tidak hanya dilakukan oleh kepolisian saja, namun juga seluruh masyarakat,” harapnya.

Dari data yang dihimpun pihaknya, saat ini praktik human trafficking banyak terjadi pada anak-anak di bawah umur sampai remaja dengan modus mereka diculik dan kemudian di jual.

“Dengan film ini diharapkan masyarakat memahami modus perdagangan orang ini. Kemudian, mewaspadai betul dalam kesehariannya, dalam pergaulan harus hati-hati jangan salah pilih teman dan tidak taat perintah orang tua,” ujarnya.

Dalam film ini Prisia Nasution yang berperan sebagai Annisa yang merupakan seorang perwira muda anggota Satuan Reskrim Polres Metro Jakarta Utara yang harus berbagi waktu antara tugas dan keluarga. 

Sementara itu, Jakarta sedang di teror oleh kasus penculikan anak-anak dibawah umur. Beberapa korban bahkan ditemukan telah menjadi mayat. Annisa sebagai anggota ditugaskan untuk mengusut kasus tersebut. 

Namun setiap hari selalu saja ada korban. Dan tiap hari, tekanan yang dialami Annisa mulai mencapai titik batas maksimal seorang manusia, terlebih ketika adik satu-satunya yang sangat dia sayangi diculik sindikat penculikan.

Diakui oleh Lian Firman yang memerankan Iptu Aryo film yang dibintanginya tersebut cukup memiliki banyak pesan. “Dalam film ini ada saran bagaimana trafficking ada dekat di sekitar kita. Maka kita harus aware dengan sekitar dan bekerja sama dengan kepolisian untuk menekan angka kejahatan ini,” pesannya.

Suami dari Nancy Agita tersebut mengaku mendapat tantangan tersendiri selama proses syuting. Sebab kali ini ia berperan sebagai seorang polisi yang keseharian ada banyak SOP.

“Tantangan ada karena memerankan polisi secara pribadi harus tahu polisi gimana kesehariannya dalam melakukan penyidikan. Kemudian gimana cara nyabut pistol, cara megang, dan cara nembak. Semua itu kita pelajari dulu. Bahkan, selama syuting selalu ada polisi yang ikut mendampingi,” ungkapnya.

Untuk diketahui film Hanya Manusia menjadi film ketiga produksi Div Humas Polri setelah sebelumnya sukses dengan 22 Menit yang bercerita tentang Bom Thamrin dan Pohon Terkenal yang mengangkat kisah Taruna dan Taruni Akademi Kepolisian (Akpol).

No More Posts Available.

No more pages to load.