Jajaran Polres Jakarta Utara Ungkap Kasus Eksploitasi Anak

oleh -

sergap TKP – JAKARTA UTARA

Jajaran Polres Jakarta Utara berhasil mengungkap kasus eksploitasi anak di sebuah apartemen di Kelapa Gading dengan modus mempekerjakan anak di bawah umur.

Dari pengungkapan kasus tersebut, polisi mengamankan sembilan korban dan lima tersangka dengan peran yang berbeda-beda.

Kassubag Humas Polres Metro Bekasi, Kompol Sungkono menjelaskan, pengungkapan kasus ini bermula saat tim Buser Polsek Kelapa Gading yang dipimpin oleh Kanit Reskrim AKP Made Gede Okta Utama mendapat laporan dari warga sekitar TKP, yang menjelaskan bahwa tempat tersebut sudah dijadikan wadah penampungan wanita pekerja seks komersial.

“Di unit 21 HC kami mendapati lima orang wanita yang usianya masih di bawah umur, dan satu orang wanita dewasa yang dipekerjakan sebagai pekerja seks komersial di tempat hiburan, wilayah Jakarta Pusat dan Jakarta Utara. Tersangka yang diamankan adalah RT (30),” terang Kompol Sungkono, di Jakarta, Senin (10/02/2020).

“Sedangkan di unit 20JB kami mendapatkan tiga orang wanita, usianya masih di bawah umur juga dan dua orang wanita dewasa, yang dijadikan sebagai PSK di tempat hiburan daerah Jakarta pusat berikut dengan tersangka SP sebagai pengawas,” ujar Kompol Sungkono.

Setelah dilakukan interogasi, mereka mengaku bahwa TKP merupakan penampungan wanita dari agen Agatha milik tersanga MC dan SR, yang tinggal di perumahan Pondok Gading Utama, Blok F, Nomor tujuh, Pegangsaan Dua, Kelapa Gading, Jakarta Utara.

Atas informasi tersebut, tim Polsek Kelapa Gading kemudian bergerak cepat menuju kediaman tersangka MC dan SR untuk menangkap mereka. Setelah dilakukan penyelidikan ditemukan kembali satu orang wanita di bawah umur yang dipekerjakan sebagai sexy dancer, dan satu orang wanita dewasa yang dipekerjakan sebagai PSK.

“Dari intrograsi sementara, MC dan SR berperan untuk mencari dan mendatangkan para korban, untuk dijadikan PSK sebagai Alexis Companion,” Terang Kompol Sungkono.

Dalam aksinya, para pelaku mendatangkan para korban, dengan cara mendatangkan ke rumahnya, lalu menanyakan tanggal, bulan dan tahun mereka lahir. Setelah diketahui korban masih kategori anak di bawah umur, mereka akan meminta untuk menyimpan data milik korban, seperti fotokopi kartu keluarga (KK), Ijazah, dan keterangan domisili.

“Setelah mereka mendapatkan semua data korban, tersangka MC akan membuatkan KTP dan kartu keluarga palsu, lalu diserahkan kepada para korban saat akan melakukan audisi di tempat hiburan,”’ tutur Kompol Sungkono.

Sementara itu, tersangka MC dan SR mengungkapkan, bahwa mereka mempekerjakan korban sebagai Ladies Companion (LC). Dan, para korban tersebut bertugas menemani minum dan melayani tamu untuk berhubungan seks di kamar yang telah tersedia, dengan sistem pembayaran selama 60 menit, akan mendapat satu voucher yang harganya Rp380.000.

Uang tersebut akan dibagi dengan rincian Rp200.000 untuk pihak pengelola tempat hiburan, Rp75.000 hak agen Agatha dan sisanya Rp105.000 menjadi hak perempuan Ladies Companion (LC).

Sementara tersangka RT dan SP berperan sebagai pengawas para korban di mess penampungan. Mereka bertugas mengawasi para korban di tempat hiburan wilayah Jakarta Pusat, membatasi kebebasan korban dengan mengurung dan melarang korban untuk berkomunikasi. Selain itu, juga mengatur jadwal dancer dan menghitung jumlah voucher dari masing-masing korban.

Untuk proses hukum lebih lanjut, para pelaku berikut barang bukti saat ini diamankan Polsek Metro Kelapa Gading, Jakarta Utara.