Malaysia Dominasi Negara Asal Pengiriman Nakoba di Jatim

oleh -

sergap TKP – SURABAYA

Sepanjang Januari 2020 ini, Malaysia mendominasi sebagai negara asal pengirim narkotika di Jawa Timur (Jatim). Bahkan sebagian tersangka yang diamankan merupakan warga negara Malaysia.

“Para tersangka yang diamankan ada yang berasal dari Malaysia, sebagian ditangani dari Polres Bangkalan, Polres Sampang,” kata Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan di Mapolda Jatim, Senin (3/2/2020).

Diantara para pelaku penyalahgunaan dan peredaran narkotika yang diamankan petugas, Kapolda menunjukkan dua pelaku asal Malaysia yakni Che Kim Tiong dan Lhau Chu Hee yang ditangkap di Sidoarjo yang mengirim sabu dari Malaysia melalui jalur darat.

“Ini terungkap dan sabu ini dikirim sendiri pakai mobil dari Myanmar, masuk ke Kuching (Malaysia). Lalu masuk ke Pontianak dan masuk ke Pangkalan Bun lewat kita melalui Tanjung Perak,” jelas Luki.

Kepada petugas Che Kim Tiong mengaku sudah dua kali mengirim sabu dengan setiap pengiriman sebanyak 15 kg sabu atas perintah Mr. Po di Kuching. Dalam setiap pengiriman ia mendapatkan 40 ribu ringgit atau sekitar Rp 133 juta. Sedangkan Lhau Chu Hee mendapatkan bayaran 7.000 ringgit atau sekitar Rp 23 juta.

Selain Che Kim Tiong dan Lhau Chu Hee, polisi juga menangkap WNI yang juga menjadi kurir sabu asal Malaysia yakni Dio Anggriawan Soebandi dengan barang bukti sabu 10,87 kg dan M. Arifin sebanyak 2,89 kg. Diamankan pula Iwan Nugroho dengan barang bukti sabu 2 kg, ganja 1,5 kg, ekstasi 1.085 butir. 

Polrestabes Surabaya juga turut meringkus kurir bernama Rizal Wahyu Putra sebanyak 1,53 kg, selain itu Polres Pelabuhan Tanjung Perak juga menangkap dua wanita atas nama Amsiya dan Latifah yang membawa 2,9 kg sabu asal Malaysia yang dikirim melalui kapal.