Polda Jateng Ungkap Kasus Pabrik Pupuk Palsu

oleh -

sergap TKP – WONOGIRI

Kepolisan Daerah Jawa Tengah (Polda Jateng) berhasil mengungkap pabrik yang diduga memproduksi dan mengedarkan pupuk palsu tersebut hingga antar Propinsi.

Para pemilik dan pengedar pupuk palsu tersebut yakni,  Teguh Suparman, warga Belik Kecamatan Pracimantoro, Wonogiri, pemilik satu pabrik di Pracimantoro, dan Farid Giri Saputra, warga Blindas, Desa Pracimantoro, pemilik tiga pabrik.

Kemudian, Arkhaa Aditia Ristianto, warga Munggur, Ngipak, Karangmojo, Gunung Kidul, Sugito warga Asem Lulang, Sidorejo, Ponjong, Gunung Kidul, dan Achmad Yani, warga Sidokumpul Kecamatan/Kabupaten Gresik. Masing-masing dari mereka merupakan pemilik pabrik pupuk palsu di Gunung Kidul.

Sedangkan satu tersangka lain, yakni Suparlan, warga Jaten Desa Ponjong, Gunung Kidul, sebagai petugas pemasaran pupuk palsu milik Achmad Yani.

“Selain diduga memproduksi, Para tersangka ini juga mengedarkan pupuk palsu tersebut ke wilayah Wonogiri, Gunung Kidul, DIY, dan Jawa Timur (Jatim) hingga mencapai ratusan ton,” kata Kapolda Jateng Irjen Pol. Rycko Amelza Dahniel saat jumpa pers ungkap kasus di tempat produksi pupuk palsu milik Teguh di Dusun Pule Kelurahan Gedong, Pracimantoro. Kamis (27/2/2020).

Kapolda Jateng, menyebut jika pupuk palsu yang diproduksi dan dipasarkan oleh para pelaku itu sangat mirip dengan pupuk SP-36 dan NPK yang diproduksi PT Petrokimia Gresik (Jawa Timur).

“Mereka memasarkan dan memproduksi dengan memberi merek seperti layaknya pupuk yang diproduksi PT Petrokimia Gresik,” terang Irjen Pol. Rycko Amelza Dahniel didampingi Dirreskrimsus Polda Jateng Kombes Pol. Wihastono, Bupati Wonogiri Joko Sutopo, Kapolres Wonogiri AKBP Christian Tobing, Kapolres Klaten, dan  AKBP Wiyono Eko Prasetyo.

Kapolda juga menyampaikan, pupuk palsu itu pertama kali ditemukan oleh kelompok tani di Kabupaten Klaten. Kemudian Polres Klaten membawa pupuk tersebut ke laboraturium, dan akhirnya diketahui jika pupuk tersebut ternyata jauh di bawah standar. 

Kapolda mengaku prihatin atas adanya pupuk palsu yang diproduksi di wilayah Kecamatan Pracimantoro, Wonogiri, dan menghimbau kepada para petani untuk lebih hati-hati dengan mengetahi ciri-ciri pupuk palsu. 

“Kami menghimbau, kepada para petani untuk lebih hati-hati dengan mengetahi ciri-ciri pupuk palsu. Satu diantaranya ciri-ciri pupuk palsu yang mudah dikenali adalah pupuk palsu lebih lengket, dan kemasannya berbeda dengan yang asli,” pungkasnya.