Pendeta di Surabaya Cabuli Jemaatnya, Baru Terungkap Ketika Korban Hendak Menikah

oleh -

sergap TKP – SURABAYA

Seorang pendeta di Surabaya berinisial HL dilaporkan ke polisi usai diduga mencabuli jemaatnya sendiri. Aksi bejat tersebut bahkan berlangsung dalam kurun waktu yang cukup lama.

“Dia adalah pemimpin dari satu umat Kristen yang ada di kota Surabaya,” ujar Aktivis perempuan dan anak sekaligus juru bicara keluarga korban, Jeannie Latumahina di depan SPKT Mapolda Jatim, Selasa (4/3).

Jeannie menuturkan bahwa tindakan asusila yang diduga dilakukan oleh oknum pendeta itu sendiri baru terungkap ketika korban hendak melangsungkan pernikahan di gereja yang dipimpin oleh pendeta tersebut.

“Jadi ketika anak ini dia akan melangsungkan pernikahan dan meminta untuk dilangsungkan di gereja tersebut dan dia akhirnya menceritakan hal yang semestinya tidak terjadi di tempat ibadah itu jadi ini merupakan sesuatu hal yang tekanan yang luar biasa bagi korban,” jelasnya.

Korban sendiri mengaku mengalami tindakan asusila sejak berusia belia dan kini berusia 26 tahun. “Jadi anak ini dia mengalami suatu hal yang tidak sepantasnya dari kecil dari usia 9 tahun,” paparnya.

Jeannie mengungkapkan kasus ini sudah dilaporkan dengan nomor LPB/ 155/ II/ 2020/ UM/ SPKT pada Rabu 20 Februari. “Prosesnya sudah dilaporkan di Polda Jatim dan sedang berlangsung,” ucapnya.

Korban sendiri saat ini masih depresi atas tindakan bejat pelaku. “Saat ini korban juga mengalami suatu depresi yang sangat berat karena dia juga didampingi oleh psikolog,” imbuhnya.

Untuk itu pihaknya berharap kasus ini bisa segera ditangani secepatnya oleh pihak Polda Jatim. “Kami mengharapkan kami juga memberikan apresiasi bagi kepolisian yang cepat memproses kasusnya,” harapnya.

No More Posts Available.

No more pages to load.