sergap TKP – SURABAYA
Selebgram Ruth Stefani baru saja menjalani pemeriksaan sebagai saksi terkait kasus ilegal akses kartu kredit (carding) yang menyeret namanya sebagai publik figur yang mempromosikan tiket yang dijual pelaku carding melalui instagram @tiketkekinian.
“Ini saudari Ruth sudah selesai, sudah selesai untuk dilakuan pemeriksaan sebagaimana sesuai kepentingan penyidikan terkait kasus carding,” ujar Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Trunoyudo Wisnu Andiko di Mapolda Jatim Surabaya, Kamis (5/3/2020).
Kabid Humas juga mempersilahkan yang bersangkutan menjelaskan seperti apa pemeriksaan yang dijalaninya. “Yang bersangkutan nanti akan menjelaskan bagaimana proses pemeriksaaan oleh Direktorat Krimsus,” ujar Trunoyudo.
Sementara itu Ruth Stefani mengaku bahwa kapasitasnya untuk hadir di Mapolda Jatim hari ini adalah untuk memenuhi panggilan penyidik dan memberikan keterangan sebagai saksi.
“Jadi untuk urusan saya sejauh ini sudah jelas. Saya sebagai saksi sudah menjelaskan apa yang saya perlu jelaskan dan saya sudah memberikan info yang sejujur-jujurnya kepada yang bersangkutan (penyidik) juga dan semua sudah clear, ” ungkapnya.
Dihadapan awak media selebgram asal kota pahlawan Surabaya ini mengaku dicecar sekitar 30 pertanyaan terkait endorse oleh penyidik. “Sekitar 30an. Pastinya soal kaitan endorse an,” bebernya.
Wanita cantik pemilik akun @ruthhstefanie ini juga mengaku diendorse hanya sekali pada tahun 2018 silam. Ia juga mengaku sama sekali tidak mengenal siapa orang yang mengendorsenya.
“Tidak sama sekali (kenal pelaku), kita tidak ada sangkut pautnya, juga tidak mengenal, bahkan kita juga tidak ada kayak contact person juga nggak ada,” akunya
Fani juga menjelaskan dalam kasus ini pelaku mengendorsenya melalui contact person yang ia berikan melalui biodata akun instagram pribadinya. “Lewat biodata yang ada di instagram, jadi dia ngontek, memperkenalkan dirinya kalau dia mau mengendorse saya,” jelasnya
Pemilik akun instagram yang telah diikuti oleh lebih dari 899 ribu orang ini juga menegaskan bahwa dirinya sama sekali tidak mengenal para pelaku. “Saya juga nggak tau tiket kekinian saya juga nggak mengenal ownernya ataupun tim-timnya saya nggak tau,” tegasnya.
Fani juga mengaku dari endorsement yang ia terima hanya tiket senilai satu jutaan. “Hanya voucher, itu pun satu malam. Voucher hotel satu malam, bukan tiket pesawat. (nilainya) Sekitar satu jutaan di Malaysia,” ujarnya.
Gadis pemilik nama lengkap Ruth Stefani Tanuwidjaja ini mengaku belajar banyak dari pengalaman ini. Bahkan ia juga mengaku akan lebih selektif kedepannya saat menerima endorsement.
“Saya pastinya harus lebih selektif ya, dalam memilih endorse-an dan saya juga nggak asal menerima atau memberikan promosi yang sekiranya kalau saya nggak tahu kebenarannya,” pungkasnya.






