sergap TKP – SURABAYA
Untuk memberikan jaminan ketersediaan bahan pangan bagi masyarakat, Pemprov Jatim melauncing “Lumbung Pangan Jatim” di Jatim Expo, Surabaya. Selasa (21/4/2020) pukul 15.30 Wib.
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa mengatakan, Lumbung Pangan Jatim adalah ikhtiar Pemprov Jatim untuk memberikan jaminan ketersediaan bahan pokok bagi masyarakat jelang bulan puasa Ramadhan.
“Masyarakat yang ingin belanja tidak harus datang langsung ke Jatim Expo, tapi bisa memanfaatkan belanja online lewat website www.lumbungpanganjatim.com. Sebab ada layanan kirim gratis bebas ongkir dengan radius maksimal 20 kilometer,” kata Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa saat meninjau Lumbung Pangan Jatim yang dilauncing di Jatim Expo, Surabaya. Selasa (21/4/2020).
Selain di Surabaya, Lumbung Pangan Jatim rencananya juga akan ditambah untuk wilayah Malang Raya.
“Dalam waktu dekat ini di Malang. Perluasan layanan tambah ini karena kami berharap makin meluas untuk cakupan masyarakat yang bisa terlayani,“ terang Khofifah.
Kesuksesan terselenggaranya kegiatan Lumbung Pangan Jatim ini, juga tidak lepas dari dukungan dan kerja keras Dinas Pertanian Jawa Timur.
Dinas Pertanian Jatim selaku salah satu ujung tombak ketahanan pangan di Jawa Timur terbukti mampu untuk menyiapkan stok pangan dan membantu menyediakan stok yang diambil dari gapoktan-gapoktan di Jawa Timur.
Kepala Dinas Pertanian Provinsi Jawa Timur Hadi Sulistyo mengatakan, Lumbung Pangan Jatim menyediakan aneka sembako yang dijual dengan harga murah di bawah harga pasar. Misalnya beras dijual dalam kemasan lima kilogram dengan harga mulai Rp 53.500 hingga Rp 57.700.
Sementara itu, Untuk telur ayam, di Lumbung Pangan Jatim warga masyarakat bisa membeli dengan harga Rp 21.500 per kilogram, dan untuk minyak goreng bisa dibeli dengan harga Rp. 11.500 per liter. Sedangkan untuk bawang putih dijual dengan harga Rp 21.000 per kilogram.
“Kami mensupport program dari ibu Gubernur Jawa Timur yang sangat bagus ini. Kami melakukan dukungan mulai dari perencanaan, pembuatan regulasi, dan pelaksanaan yang jatuh pada hari ini,” ujar Hadi Sulistyo.








