Kasus Dugaan Penimbunan Obat, Polres Metro Jakarta Barat Tetapkan Dua Sebagai Tersangka

oleh -

sergap TKP – JAKARTA

Terkait kasus dugaan penimbunan obat di gudang PT ASA, Kalideres, Jakarta Barat. Polres Metro Jakarta Barat telah menetapkan dua sebagai tersangka pelaku.

Keduanya orang yang ditetapkan sebagai tersangka itu yakni, YP (58) selaku Direktur PT ASA dan S (56) sebagai Komisaris Utama PT ASA.

Wakapolres Metro Jakarta Barat, AKBP Bismo Teguh Prakoso menerangkan motif keduanya melakukan penimbunan karena ekonomi.

“Untuk motifnya, motif ekonomi untuk mendapatkan keuntungan dengan menimbun barang (obat), karena obat tersebut langka,” jelas AKBP Bismo Teguh Prakosodalam siaran pers, Jumat (30/7/2021).

 

Selain menetapkan keduanya sebagai tersangka pelaku, dari ungkap kasus ini polisi juga mengamankan sejumlah jenis obat untuk terapi pasien Covid-19 turut disita pihak kepolisian. Antara lain, Azithromycin Dihydrate 500 mg sebanyak 730 boks, Flumin Kaplet, Flucadex, Caviplex, serta Lanadexon Dexanethasone 0,5 mg.

“Obat belum sempat didistribusikan, namun rencananya memang akan disebar ke wilayah Jabodetabek dan Jawa Barat,” terangnya.

Dari hasil pemeriksaan, keduanya diketahui baru pertama kali melakukan aksi penimbunan tersebut.

Selain itu, kata Bismo, keduanya juga menaikkan harga jual obat diatas harga pasaran yang telah ditetapkan.

Seperti, obat Azithromycin yang dijual dengan harga Rp600-700 ribu perkotak. Padahal dalam satu kotak yang biasanya berisi 20 tablet dijual dengan harga Rp34 ribu.

Bismo melanjutkan, pihaknya akan berkoordinasi lebih lanjut dengan Kementerian Kesehatan dan Dinas Kesehatan agar obat tersebut dapat didistribusikan kepada masyarakat yang membutuhkan dengan harga jual yang sesuai.

“Atas perbuatannya, Kedua tersangka dipersangkakan dengan  UU Perdagangan, UU Perlindungan Konsumen dan UU Pengendalian Wabah Penyakit Menular dengan ancaman penjara 5 tahun,” tegas Bismo.