Polda Jateng Akan Tindak Tegas Para Penyebar Hoax

oleh -

sergap TKP – PEKALONGAN

Menindak lanjuti kabar bohong alias Hoaks, Polda Jateng akan menindak tegas para penyebar hoax yang salah satunya melakukan ajakan penolakkan PPKM darurat yang belakangan mencuat di beberapa media sosial. Sabtu (17/7/2021).

Langkah tindakan tegas tersebut di sampaikan setelah sebelumnya beredar informasi bahwa pada Kamis (15/7/2021) pukul 20.00 WIB. di Kabupaten maupun Kota Pekalongan akan melakukan aksi penolakan  yang sudah disebarkan di media sosial terkait pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Darurat.

Kabid Humas Polda Jateng Kombes Pol Iqbal Alqudusy, mengatakan seruan tersebut berisi ajakan kepada pedagang yang terdampak, untuk turun ke jalan menolak PPKM Darurat.

“Polisi masih menyelidiki siapakah pembuat pertama pesan hoaks ini. Saya tahu orang Pekalongan adalah orang yang teredukasi dan cinta damai. Saya malah khawatir ada pihak luar yang memanfaatkannya dalam situasi seperti ini,” ujar Kombes Pol Iqbal Alqudusy. Jumat (16/7/2021).

Dalam seruan yang beredar itu, dijelaskan Iqbal, berbunyi, ‘KAJEN MELAWAN AKSI PARA PEDAGANG KABUPATEN PEKALONGAN’. Hal ini sangat membuat resah dan meresahkan masyarakat di Jawa Tengah.

“Kita akan tindak tegas penyebar informasi Hoax ini, dan akan kita selidiki. Karena, hal ini membuat resah masyarakat,” tegas Iqbal.

Lebih lanjut Kabid Humas mengatakan, pada kabar via gambar yang beredar itu juga disebutkan jika titik kumpul massa di depan Kantor KPU Kabupaten Pekalongan dan dilanjutkan long march ke Gedung DPRD Pekalongan.

“Namun, saat dimintai konfirmasi oleh kepolisian dan memastikan seruan penolakan PPKM Darurat ini, ternyata hoax. Sekali lagi polisi akan tindak tegas pelaku penyebar hoax ini,” ungkapnya.

Kabid Humas menambahkan, pihaknya telah mengerahkan tim siber untuk patroli terkait konten hoax dan disinformasi.

Kabid Humas juga menegaskan pihaknya akan menindak oknum-oknum yang memanfaatkan media sosial untuk menyebarkan isu atau berita tidak benar alias hoax.

“Untuk itu, saya meminta kepada semua pihak terutama pengguna media sosial, agar lebih bijak dalam menyebarkan berita. Untuk itu setiap informasi yang di terima jangan mudah terpengaruh,” pungkasnya