Polda Metro Jaya Ringkus Dua Pelaku Begal Dan Penadah Hasil Curian

oleh -

sergap TKP – JAKARTA

Aparat Polda Metro Jaya berhasil meringkus dua pelaku begal dan satu penadah yang viral di media sosial beraksi di warung bubur ayam di Jl. Raya Jatikramat, Jatiasih, Kota Bekasi, Jawa Barat. Sabtu (17/7/2021).

Kedua pelaku yang berhasil ditangkap tersebut berinisial S dan MS serta 1 penadah berinisial D. Sementara, lima pelaku lainnya saat ini masih dalam pengejaran.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus mengataan, ketiga pelaku ditangkap terkait aksi begal di warung bubur ayam.

“Kami menangkap tiga pelaku yang kejadiannya sempat viral tentang adanya aksi begal di warung bubur ayam kawasan Bekasi. Dua pelaku utama dan satu laginya penadah,” kata Kombes Pol Yusri Yunus. Jumat (16/7/2021).

Kabid Humas menjelaskan, peristiwa itu terjadi pada Selasa, 13 Juli kemarin pagi, yang mana pelaku begal itu merupakan kawanan geng motor bernama geng Brutal.

Saat kejadian tersebut, ada 7 orang pelaku, dimana 5 pelaku sudah berstatus DPO dan tengah diburu polisi.

“Jadi, saat itu korban tengah ngopi di warung itu, mendadak muncul kelompok remaja berjumlah 3 motor dan 7 orang. 2 orang lalu masuk ke dalam warung,” ujarnya.

Kabid Humas menambahkan, Dua orang itu, kata dia, masuk sambil membawa senjata tajam jenis clurit, sedangkan lima pelaku lainnya menunggu di luar warung.

Kedua pelaku kemudian  mengambil kotak amal yang berisi uang Rp800 ribu. Sedangkan korban yang ada di dalam warung diambil barang berharganya, seperti handphone.

“Korban tak terima barangnya diambil dan sempat terjadi perlawanan diantara kedua pelaku, S dan MS dengan korban. Korban teriak meminta tolong warga, tapi si S ini melayangkan celuritnya ke dada korban,” imbuhnya.

Akibat kejadian tersebut, korban mengalami luka robek di bagian dadanya hingga akhirnya korban meninggal di rumah sakit. Sedangkan barang hasil curian tersebut kemudian dijual ke saudaranya, D seorang penadah.

Dari ketiga pelaku tersebut, ada pelaku yang terpaksa ditembak lantaran melakukan perlawanan saat hendak ditangkap polisi.

” Atas perbuatannya, Tersangka dijerat Pasal 365 KUHP dan Pasal 480 KUHP dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.” tegas Yusri.