Begini Cara Warga RMB Gelar Hajatan Pernikahan di Tengah PPKM Level 1 Surabaya

oleh -

sergap TKP – SURABAYA

Kota Surabaya kini telah berstatus PPKM level 1. Alhasil hal ini memberikan sedikit kelonggaran bagi masyarakat, seperti yang dilakukan salah satunya oleh Roy Mandala Yoedha.

Warga Perumahan Rungkut Mapan Barat (RMB), Kelurahan Rungkut, Kecamatan Gununganyar, Kota Surabaya ini memanfaatkan kelonggaran PPKM dengan menggelar hajatan pernikahan putranya, Rhaka Pinandhika dengan Dinar Rainisha Retnowuri.

Pernikahan keduanya digelar di Hotel Novotel Samator Surabaya dengan tetap mematuhi prokes dan hanya mengundang 100 tamu sesuai dengan Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 41 Tahun 2021.

Menilik aturan Inmendagri 41/202, kegiatan hajatan untuk PPKM Level 1 wilayah zona hijau maksimal tamu undangan adalah 50% , dari kapasitas ruangan dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat.

“Alhamdulillah, Surabaya telah berstatus PPKM Level 1, sehingga kami ada sedikit kelonggaran untuk menyelenggarakan hajatan pernikahan putra kami. Walaupun demikian, kami tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat dan hanya mengundang 100 orang saja. Itupun kami bagi dalam 2 waktu yang berurutan, masing-masing untuk 50 orang undangan,” ungkap Roy Mandala Yoedha.

Selain pihak penyelenggara para tamu undangan juga mengikuti prokes ketat serta diwajibkan menunjukkan kartu vaksin melalui scan barcode pedulilindungi yang disediakan pihak hotel.

“Kami juga mewajibkan kepada tamu undangan agar membawa bukti vaksin melalui barcode pedulilindungi, agar semuanya sama-sama saling menjaga prokes,” jelas Roy.

Sementar itu, Raka mempelai pria mengaku bahagia dapat menyelegarakan hari bahagia yang sempat tertunda sejak tahun lalu. “Alhamdulillah, akhirnya acara pernikahan ini bisa berlangsung meski dalam situasi PPKM level 1. Acara pernikahan ini sudah terjadwal satu tahun yang lalu, karena kondisi PPKM maka kita tunda sesuai himbauan pemerintah,” ujar Rhaka usai akad nikah.

Sarjana Ekonomi ini juga berharap dengan status PPKM level 1 ini masyarakat Kota Pahlawan dapat melaksanakan hajatan sesuai prokes yang ada. Sehingga perekonomian kota Surabaya dapat segera pulih dan hidup kembali normal.

“Saya berharap, level 1 ini bisa membawa situasi baik untuk kota Surabaya. Terutama bagi masyarakat semua kembali hidup normal dan perekonomian bisa kembali pulih,” pungkasnya.