PT. BSI Persiapkan Diri Jelang Ikuti Proper KLHK

oleh -

sergap TKP – SURABAYA

sergap TKP – SURABAYA

PT. Bumi Sukesindo (BSI) tengah mempersiapkan diri untuk mengikuti Proper (Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan Dalam Pengelolaan Lingkungan) yang digelar Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).

“Kami dari BSI telah berusaha comply (mematuhi) dengan program Proper. Kami sudah menerima sosialisasi dari Dinas Lingkungan Hidup Jawa Timur dan sedang bersiap untuk bisa ikut serta dalam program Proper tahun depan di 2022,” ujar Indriani Siswati Regional Government Relations BSI, Indriani Siswati pada JNR, Selasa (12/10/2021).

Ia berharap, BSI bisa segera mengikuti Proper yang digagas KLHK. “Kami sedang bersiap siap untuk menuju ke sana,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa pihak BSI telah berupaya mematuhi persyaratan terkait pengelolaan lingkungan, seperti uji baku mutu air limbah, udara, dan kebisingan secara berkala yang juga rutin dilaporkan.

“Setiap triwulan sekali hasil uji kualitas air dan udara juga terus dilaporkan pada pihak pemerintah melalui Dinas Lingkungan Hidup,” jelasnya.

Selama ini BSI juga telah berupaya sebaik mungkin untuk mematuhi regulasi lingkungan serta perbaikan lingkungan. “Setiap lahan yang dibuka maka dilakukan penanaman kembali/reklamasi secara progresif, supaya lingkungan terjaga dengan baik. Ini kami lakukan sejak poduksi emas pertama di 2017. Memang kami tergolong masih baru, namun kami tetap berupaya menjaga kualitas lingkungan,” tuturnya.

Terkait pengolahan limbah pihaknya juga bekerja sama dengan BUMN untuk membantu kinerja lingkungan perusahaan dengan menggandeng PT. PPPLI (Prasadha Pamunah Limbah Industri) Bogor.

Sehingga untuk limbahnya sendiri sementara akan ditampung di Tempat Penampungan Sementara (TPS) B3 sebelum kemudian diambil dan dikelola oleh pihak PPLI.

Selain itu, BSI juga menjadi perusahaan paling patuh membayar Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP). Selama 2020 dan mendapat penghargaan Subroto. BSI telah membayar royalti kepada negara sebesar Rp223,5 miliar dan dalam dua tahun terakhir berkontribusi melalui pajak sebesar Rp1,2 triliun.

PT BSI juga sebagai pemegang Izin Usaha Pertambangan (IUP) seluas 4.998 hektare dengan Izin Pinjam Pakai Kawasan Hutan (IPPKH) seluas 992 hektare di Banyuwangi. Selanjutnya, BSI juga menyiapkan 2.038 hektare lahan kompensasi di dua wilayah, yakni Bondowoso, Jawa Timur dan Sukabumi, Jawa Barat.