sergap TKP – SURABAYA
Dinas Kepemudaan dan Olahraga Propinsi Jawa Timur bersama Tim Penggerak (TP) Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Propinsi Jawa Timur, Dan BNNP Jawa Timur menggelar kegiatan Workshop Kader Pemuda Anti Narkoba Propinsi Jawa Timur Tahun 2022.
Kegiatan Workshop Kader Pemuda Anti Narkoba Propinsi Jawa Timur Tahun 2022 dengan Tema “Tanpa Narkoba Masa Depan Cerah Keluarga Bahagia” bertempat di Ruang Rapat Bhinaloka Adhikara, Kantor Gubernur Jawa Timur. Selasa (4/10/2022).
Pada keterangannya, Kepala BNNP Jawa Timur Brigjen Pol. Drs. Mohamad Aris Purnomo mengatakan, Kegiatan Workshop Kader Pemuda Anti Narkoba Propinsi Jawa Timur Tahun 2022 ini dalam rangka untuk mensinergikan ketahanan keluarga dalam rangka anti Narkoba.
“Jadi kita harapkan dengan adanya workshop ini nantinya mereka para Kipan dan PKK ini merupakan salah satu faktor yang sangat dominan dalam rangka menciptakan Jawa Timur yang bersih dari narkoba,” kata Kepala BNNP Jawa Timur Brigjen Pol. Drs. Mohamad Aris Purnomo. Selasa (4/10/2022).
Sementara itu, Ketika ditanya implementasi dari Kipan dan PKK, Brigjen Pol. Drs. Mohamad Aris Purnomo mengatakan bahwa, “Kita memberikan ceramah-ceramah, Sosialisasi, kemudian dan Workshop tadi,” ujarnya.
Pada kesempatan yang sama, Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Provinsi Jawa Timur Arumi Bachsin Emil Dardak juga menekankan pentingnya keluarga dan ketahanan keluarga dalam membentengi pengaruh negatif dari bahaya narkoba.
“Hakikatnya PKK itu mengenai keluarga dan ketahanan keluarga, Jadi semua berpengaruh pada keluarga salah satunya Narkotika ini. Karena yang paling bisa membentengi adalah yang ada di rumah dan biasanya keluarga yang harmonis, yang kokoh itu semakin tinggi pula ketahanan anak-anaknya dari terpapar dari Narkoba,” tutur Arumi Bachsin Emil Dardak.
Arumi juga menjelaskan, Jika yang diluar itu, biasanya tidak semua seratus persen dapat di kontrol, jadi kemawasan anak itu penting dan butuh pengawasan dari pihak keluarga.
“Dan untuk melihat perubahan-perubahan yang terjadi itu yaitu keluarga. Baik yang terjadi pada anak, suaminya biasanya istrinya yang paling tahu begitu pula sebaliknya yang terjadi pada istrinya, suaminya yang paling tahu,” terang Arumi.
“Jadi kami rasa dan sampaikan, Narkoba itu tidak nampak serta tidak terpikirkan dalam suatu keluarga, karena lebih dekat dan tidak kita bayangkan,” imbuhnya.








