sergap TKP – SURABAYA
Dalam rangka kesiapan dan memastikan perayaan hari Natal dan Tahun Baru 2023 (Nataru) di Jawa Timur berjalan dengan aman dan lancar. Polda Jatim bersama Forkopimda Jatim menggelar rapat koordinasi (Rakor) lintas sektoral Operasi Lilin Semeru 2022 di Mapolda Jatim, Rabu (21/12/2022).
Hadir pada rakor lintas sektoral tersebut, Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa; Kapolda Jatim, Irjen Pol Toni Harmanto dan Kapok Sahli Kodam V/Brawijaya, Brigjen TNI Totok Suhartono.
Kapolda Jatim, Irjen Pol Toni Harmanto mengatakan, pihaknya bersama jajaran Forkopimda Jatim dan stakeholder semua menyiapkan pelaksanaan pengamanan Natal dan Tahun Baru di Jatim.
“Intinya kami sudah menyiapkan terkait teknis pengamanan kegiatan masyarakat, dalam hal ini Natal dan Tahun Baru di Jawa Timur. Sehingga kegiatan tersebut bisa berjalan dengan aman, nyaman dan lancar,” kata Kapolda Jatim, Irjen Pol Toni Harmanto.
Kapolda Jatim juga telah memerintahkan semua jajarannya untuk sedini mungkin mengantisipasi persoalan-persoalan yang ada di masyarakat. Baik terkait isu-isu persoalan yang akan dihadapi atau mungkin yang terjadi.
“Termasuk juga rekomendasi apa yang akan kita kerjakan nanti pada saat pengamanan Natal dan Tahun Baru.” ujar Irjen Pol Toni Harmanto
Irjen Pol Toni Harmanto berharap semoga aktivitas ini terus berlanjut dengan kesiapan-kesiapan yang lebih teknis lagi. Seperti yang disampaikan oleh Gubernur Jatim, sambungnya, yakni terkait dengan ketersediaan bahan pokok, komoditi-komoditi tertentu yang memang perlu ada pengawasan terkait dengan hal itu.
“Kami juga mengimbau untuk kendaraan angkutan umum agar ada cadangan sopir. Termasuk pemeriksaan tes urine kepada para sopir angkutan umum maupun bus, terus kami laksanakan setiap tahun, baik Idul Fitri maupun Nataru,” tegasnya.
Lebih lanjut, Kapolda mengatakan, Pada prinsipnya, pola pengamanan hampir sama. Cuma aktivitas kegiatan pengamanan yang dilakukan yang akan ditingkatkan kembali. Hal itu lantaran ada peningkatan masalah kriminalitas, dibanding tahun lalu lebih tinggi. Sehingga ada ekstra pengamanan.
“Antisipasi daerah wisata, Ibu Gubernur sudah menjelaskan ini menjadi konsentrasi kita. Tempat publik khususnya tempat wisata yang akan dikunjungi menjadi sasaran pengamanan kita. Yang pasti kita akan cek kembali sebelum beroperasi dan dikunjungi masyarakat untuk menikmati liburan,” pungkasnya.








