sergap TKP – SURABAYA
Menjelang Latihan Gabungan Bersama (Latgabma) Keris Woomera Tahun 2024, Komandan Kodiklatal (Dankodiklatal), Letjen TNI Marinir Nur Alamsyah selaku Direktur Latihan (Dirlat) memimpin Apel Gelar pasukan untuk memastikan kesiapan personel dan material dalam mendukung latihan antara TNI dan Angkatan Pertahanan Australia (ADF), bertempat di Dermaga Koarmada II, Ujung Surabaya. Rabu, (30/10/2024).
Dalam amanatnya, Dankodiklatal Letjen TNI Marinir Nur Alamsyah dihadapan 814 personel gabungan TNI AD, TNI AL dan TNI AU menekankan pentingnya kesiapsiagaan dan kerjasama dalam pelaksanaan Latgabma Keris Woomera 2024.
Pelaksanaan latihan Latgabma Keris Woomera 2024 akan berlangsung dari tanggal 1 hingga 17 November 2024 di Pulau Bathurst, Australia dan wilayah Situbondo-Banyuwangi.
Latgabma Keris Woomera 2024 mengusung tema, “Kogabma TNI-ADF Melaksanakan Operasi Gabungan Bersama di Wilayah Situbondo dalam Rangka Menjaga Stabilitas Kawasan”.
Menurut Dankodiklatal, Latihan Bersama ini merupakan wujud nyata dari kerjasama yang erat antara TNI dan ADF dalam mengantisipasi berbagai potensi ancaman di kawasan Asia Tenggara dan Pasifik.
“Tujuan utama Latgabma ini adalah untuk memperkuat kemampuan operasional, memantapkan interoperabilitas, dan memastikan kesiapan seluruh unsur dalam menjalankan operasi gabungan, sehingga kita dapat menghadapi setiap tantangan secara efektif dan terkoordinasi.” kata Dankodiklatal.
Dankodiklatal juga menegaskan pentingnya pemeriksaan kesiapan personel, perlengkapan, dan alutsista sebelum pelaksanaan latihan.
“Pemeriksaan ini bukan hanya formalitas, melainkan langkah krusial untuk memastikan bahwa setiap elemen mampu menjalankan tugasnya dengan optimal,” tegasnya.
“Saya ingin mengajak seluruh peserta untuk memanfaatkan latihan ini sebagai sarana mempererat persahabatan, memperdalam pemahaman, dan mengembangkan kerja sama yang kokoh antara TNI dan ADF. Keberhasilan kita dalam latihan ini adalah cerminan dari komitmen bersama untuk menciptakan kawasan yang aman dan stabil,” ujar Letjen Marinir Nur Alamsyah.






