sergap TKP – TRENGGALEK
Sejumlah perwakilan dari berbagai perguruan pencak silat di Kabupaten Trenggalek turut hadir mengikuti kunjungan kerja dan silaturahmi Kapolda Jatim dengan para ketua perguruan silat se-jatim yang diselenggarakan di Madiun dan disiarkan secara virtual melalui saluran Zoom di Mapolres Trenggalek. Senin, (27/5/2015).
Dihadapan Bupati dan Wali Kota Madiun beserta jajaran Forkopimdaserta sesepuh dan Ketua Perguruan Silat se-Jawa Timur dan para tokoh masyarakat, Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Drs. Nanang Avianto, M.Si., menekankan bahwa tanggung jawab menjaga keamanan dan ketertiban bukan hanya milik kepolisian, tetapi merupakan tanggung jawab bersama.
“Semua pihak baik pemerintah, perguruan silat, tokoh masyarakat, hingga masyarakat umum harus bersatu menjaga kondusivitas wilayah.” Ujarnya.
Jawa Timur saat ini menjadi gerbang Nusantara baru. Sebuah identitas dan semangat yang sejalan dengan misi besar Asta Cita dalam pembangunan nasional.
Untuk itu, stabilitas keamanan adalah kunci. Tanpa keamanan, mustahil bisa mengundang investasi, mendorong pertumbuhan ekonomi, dan menghadirkan kesejahteraan masyarakat.
Kapolda Jatim menegaskan bahwa pencak silat bukan sekadar bela diri, tetapi juga seni, budaya, bahkan sarana menjaga kesehatan dan disiplin diri. Oleh karena itu, pihaknya meminta agar pencak silat dimanfaatkan sebagai kegiatan yang positif, produktif, dan membangun peradaban.
“Saya menitipkan pesan bahwa bulan Suro bukan untuk menakut-nakuti atau memelihara konflik lama, tetapi justru harus menjadi daya tarik budaya yang menyejukkan, yang dapat membanggakan Jawa Timur dan khususnya Madiun di mata nasional maupun internasional.” Imbuhnya.
Dalam kesempatan tersebut, turut dilaksanakan pembacaan maklumat Aman Suro serta penandatangan kesepakatan bersama yang diikuti oleh seluruh Ketua Umum Perguruan Pencak Silat di Jawa Timur.







