sergap TKP – SANGIHE
Ketua Tim Pengawas dan Evaluasi (Wasev) TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-124, Asisten Logistik Kepala Staf Angkatan Darat (Aslog KASAD) Mayjen TNI Adisura F. Tarigan, melakukan kunjungan kerja ke sejumlah lokasi kegiatan TMMD yang dilaksanakan oleh Kodim 1301/Sangihe, Jumat (30/5/2025).
Dalam kunjungannya, Mayjen TNI Adisura didampingi sejumlah pejabat TNI AD serta Komandan Kodim 1301/Sangihe Letkol inf Suhendro Alim Prayogo, S.,Sos.,M.Hum meninjau progres pembangunan fisik seperti perintisan jalan, pembangunan jalan rabat beton, pengaspalan jalan, renovasi rumah tidak layak huni, serta sejumlah sasaran non-fisik seperti penyuluhan dan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.
Saya sebagai ketua Tim Pengawas dan Evaluasi (Wasev) TMMD ke 124 diwilayah kodim 1301/Sangihe, dari pantauan saya dari paparan Dandim 1301/Sangihe sampai saat ini saya liat untuk sasaran fisik sudah cukup baik bisa menjawab kebutuhan masyarakat seperti saya liat tadi ada pembangunan jalan rabat beton untuk jalan pertanian, ada juga RTLH dan penampungan air yang baik bisa membantu masyarakat,”
Kegiatan TMMD ini merupakan wujud nyata kemanunggalan TNI dan rakyat. Kami ingin memastikan bahwa seluruh sasaran program berjalan sesuai rencana dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat,” ujar Mayjen Adisura di sela-sela peninjauan.
Ia juga menekankan bagi para pekerja khususnya satgas TMMD ke 124 selain sasaran fisik, diperbanyak komunikasi dengan masyarakat.
Tentunya harus interaksi sosial dengan masyarakat karena justru itu yang utama dimana TNI, Polri yang terlibat dalam TMMD semakin dekat dengan masyarakat setempat,” Tegas KASAD.
Selain memantau pekerjaan fisik, Tim Wasev juga berdialog dengan warga setempat untuk menyerap aspirasi dan masukan terkait pelaksanaan TMMD. Masyarakat menyambut baik program ini dan mengapresiasi kerja keras TNI dalam membangun desa terpencil.
Sementara itu, Dandim 1301/Sangihe Letkol Inf Suhendro Alim Prayogo, S.,Sos.,M.Hum menjelaskan bahwa TMMD ke-124 menyasar beberapa desa di wilayah Kabupaten Kepulauan Sangihe yang memiliki keterbatasan akses dan infrastruktur.







