sergapTKP – Surabaya
Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Jawa Timur merilis data hasil Operasi Patuh Semeru 2025 yang diselenggarakan pada 14-27 Juli 2025. Kabar baiknya, jumlah kejadian kecelakaan lalu lintas di Jawa Timur mengalami penurunan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.
Namun, di balik penurunan tersebut, ada fakta miris: jumlah korban meninggal dunia akibat kecelakaan justru menunjukkan peningkatan.
Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Jatim, Kombes Pol Iwan Saktiadi, menjelaskan bahwa secara kuantitatif, angka kejadian kecelakaan menurun tajam sebesar 39%. Pada Operasi Patuh Semeru 2025, tercatat hanya 403 kejadian kecelakaan, jauh lebih rendah dibandingkan 662 kejadian pada tahun 2024.
Meskipun total kejadian kecelakaan menurun, Kombes Pol Iwan Saktiadi mengungkapkan adanya kenaikan jumlah korban meninggal dunia sebesar 28%. Di tahun 2025, 23 nyawa melayang akibat kecelakaan, sementara pada tahun 2024 tercatat 18 korban meninggal. Fenomena ini menjadi sorotan utama dan perlu evaluasi mendalam.
Di sisi lain, terdapat kabar baik terkait korban luka. Korban luka berat menurun 11%, dari 61 orang di tahun 2024 menjadi 50 orang di tahun 2025. Penurunan lebih signifikan terlihat pada korban luka ringan, yang turun 24%, dari 1.012 orang di tahun 2024 menjadi 569 orang di tahun 2025.
Selain itu, kerugian material akibat kecelakaan juga menunjukkan penurunan. Pada tahun 2024, kerugian material mencapai Rp1.042.500.000, sedangkan di tahun 2025 turun menjadi Rp672.920.000, atau penurunan sebesar 35%.
Operasi Patuh Semeru 2025 difokuskan pada upaya pencegahan pelanggaran lalu lintas yang berpotensi tinggi menyebabkan kecelakaan. Sasaran operasi mencakup berbagai jenis pelanggaran yang dilakukan oleh pengendara roda dua maupun roda empat, antara lain pengendara di bawah umur, berboncengan lebih dari satu orang, menggunakan ponsel saat mengemudi, tidak menggunakan sabuk pengaman, berkendara di bawah pengaruh alkohol, pengemudi tidak menggunakan helm, melebihi batas kecepatan, dan berkendara melawan arus.
Dalam pelaksanaannya, Operasi Patuh Semeru 2025 juga memanfaatkan teknologi ETLE (Electronic Traffic Law Enforcement). Sistem ETLE dinilai lebih efisien dan efektif karena memantau pelanggaran lalu lintas selama 24 jam penuh, mengurangi ketergantungan pada keberadaan petugas di lapangan.
Kombes Pol Iwan Saktiadi berharap, dengan digelarnya operasi ini, masyarakat Jawa Timur dapat lebih tertib dalam berlalu lintas, sehingga angka kecelakaan dan fatalitas korban dapat terus ditekan di masa mendatang.






