sergapTKP – Surabaya
Patroli Skala Besar Dikerahkan, Polda Jatim Amankan Ratusan Orang Pasca-Demo Anarkis Kepolisian Daerah Jawa Timur (Polda Jatim) bersama TNI menggelar patroli skala besar di enam kota/kabupaten pasca-unjuk rasa berujung ricuh.
Aksi gabungan yang berlangsung sejak Minggu malam hingga Senin pagi ini bertujuan memulihkan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) serta memberikan rasa aman bagi warga.
Patroli gabungan ini merupakan respons langsung terhadap gelombang unjuk rasa anarkis yang sebelumnya terjadi di Surabaya, Malang Kota, Kabupaten Malang, Kediri Kota, Kabupaten Kediri, dan Sidoarjo.
Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Jules Abraham Abast, menjelaskan bahwa dalam penanganan aksi-aksi tersebut, aparat mengamankan total 580 orang.
“Sebanyak 89 orang diproses hukum, 12 orang masih dalam pemeriksaan, dan 479 orang dipulangkan setelah didata dan diserahkan kepada orang tua atau LBH,” terang Kombes Pol Jules.
Polda Jatim juga mengamankan barang bukti berupa batu, senjata tajam, dan bom molotov yang diduga digunakan untuk perusakan dan pembakaran, khususnya di area Polsek Tegalsari.
Kombes Pol Jules menyoroti adanya pelaku di bawah umur yang terlibat dalam aksi anarkis ini. Kepolisian menggandeng LBH Surabaya untuk memastikan pendampingan hukum yang sesuai.
“Pelaku anak-anak sebagian besar kami pulangkan untuk dibina oleh keluarganya, sementara yang terbukti melakukan tindak pidana tetap diproses,” ujarnya.
Selain itu, aparat masih mendalami afiliasi kelompok tertentu yang ditunjukkan dengan penggunaan kode “1312” dan simbol “ACAB” yang ditemukan pada sejumlah pelaku.
Polda Jatim mengapresiasi peran serta masyarakat dalam menjaga lingkungan. Data Senkom Mitra Polri mencatat ribuan orang terlibat dalam pengamanan swakarsa, termasuk Satuan Pengamanan (Satpam) dan Satuan Keamanan Lingkungan (Satkamling) yang tersebar di hampir 9.000 desa/kelurahan di Jawa Timur.
“Kesadaran masyarakat untuk menjaga keamanan lingkungan adalah modal penting agar aksi anarkis tidak terulang,” kata Jules.
Untuk mengantisipasi potensi gelombang aksi berikutnya, Polda Jatim menegaskan akan terus melanjutkan patroli gabungan skala besar bersama TNI tanpa batas waktu.
“Upaya preventif dan penegakan hukum akan terus berjalan seiring, dengan tujuan menjaga Jatim tetap aman dan terkendali,” tutupnya.







