Warga Jawa Timur Bersatu dalam Doa, Pulihkan Kedamaian Pasca-Kerusuhan

oleh -
oleh

sergapTKP – Surabaya

Ribuan warga dari berbagai kalangan memadati halaman Mapolda Jawa Timur pada Selasa pagi, 2 September 2025.

Mereka berkumpul dalam sebuah apel dan doa bersama yang diprakarsai oleh TNI-Polri dan pemerintah daerah, sebagai bentuk komitmen bersama untuk memulihkan kedamaian di Jawa Timur pasca-kerusuhan yang terjadi sepekan terakhir.

Kegiatan ini menjadi simbol kuat persatuan, mengingat kehadiran sejumlah tokoh penting seperti Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Kapolda Jatim Irjen Pol Nanang Avianto, dan Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Rudy Saladin.

Apel ini juga dihadiri oleh perwakilan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), ormas keagamaan, ormas kepemudaan, serta masyarakat dari berbagai daerah.

Apel diawali dengan hening cipta untuk mendoakan para korban meninggal, baik dari kalangan demonstran maupun aparat yang terluka saat bertugas.

Suasana khidmat menyelimuti acara, dengan ribuan peserta menundukkan kepala seraya memanjatkan doa, menunjukkan empati dan keprihatinan mendalam atas insiden yang terjadi.

Gubernur Khofifah dalam sambutannya menegaskan bahwa acara ini merupakan wujud nyata kepedulian dan solidaritas seluruh elemen masyarakat Jawa Timur.

“Potensi masyarakat Jatim luar biasa, dan komitmen untuk terus menjaga Jawa Timur aman dan kondusif sangat kuat,” ujarnya.

Khofifah juga mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi oleh berita bohong yang dapat memecah belah persatuan. Ia menekankan pentingnya kewaspadaan dalam menjaga situasi tetap stabil.

Kapolda Jatim Irjen Pol Nanang Avianto menekankan bahwa kebebasan berpendapat adalah hak setiap warga negara, namun harus disalurkan sesuai aturan hukum. Ia meminta masyarakat untuk tidak melakukan tindakan anarkis yang hanya merugikan semua pihak.

“Jangan sampai terulang lagi perbuatan anarkis. Silakan menyampaikan pendapat, tapi dengan cara-cara yang damai dan beradab,” tegas Nanang.

Ia menambahkan bahwa aparat telah menyiapkan ruang dialog untuk menampung aspirasi masyarakat, sehingga tuntutan dan kritik dapat disalurkan tanpa harus menimbulkan kerusuhan.

Apel dan doa bersama ini diharapkan menjadi titik balik untuk meredam konflik yang sempat memanas. Dengan adanya kegiatan ini, seluruh elemen masyarakat berkomitmen untuk bersama-sama mengembalikan suasana damai, aman, dan kondusif di Jawa Timur.

No More Posts Available.

No more pages to load.