sergapTKP – Surabaya
Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia (KMHDI) Cabang Surabaya berhasil menjaring 362 mahasiswa Hindu baru dari 13 universitas di Surabaya dalam kegiatan gabungan “Simakrama Upa Dewa 2025” yang disebut sebagai peserta terbanyak dari tahun-tahun sebelumnya. Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Wakil Gubernur (Wagub) menitipkan pesan agar para mahasiswa baru merasa seperti di rumah sendiri dan menjaga diri dari lingkungan yang negatif.
Selaku ketua pelaksana, Luh Made Dwi Anom Damayati menjelaskan bahwa kegiatan ini menggabungkan “Simakrama” dan “Upayana”. Simakrama, yang dalam agama Islam disebut silaturahmi, bertujuan untuk meningkatkan rasa kekerabatan dan kekeluargaan antar sesama mahasiswa Hindu. Sementara itu, “Upayana” merupakan salah satu upacara resmi dan proses spiritual yang dilakukan sebelum mahasiswa menginjak pendidikan yang lebih serius.
“Secara resmi, setelah kegiatan Upayana 2025 ini, baru mahasiswa Hindu yang baru itu secara spiritual menjadi mahasiswa Hindu,” ujar Luh Made Dwi.
Kegiatan ini secara total berhasil menjaring 362 mahasiswa dari 13 universitas di Surabaya. Jumlah ini mencatatkan rekor peserta terbanyak dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Menariknya, di antara peserta tersebut terdapat mahasiswa pertukaran dari Malaysia yang beragama Hindu, khususnya dari program studi internasional Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Airlangga. Keikutsertaan mereka dalam kegiatan ini merupakan salah satu bagian dari perkuliahan lapangan di luar perkuliahan dalam ranah agama Hindu yang diwajibkan.
Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Dardak juga menyampaikan selamat dan sukses kepada KMHDI sebagai pembina mahasiswa Hindu. Kehadiran Pemprov Jatim dalam acara ini bertujuan untuk menitipkan pesan dari Gubernur Jawa Timur.
“Ini adalah anak-anak kami yang akan kami jaga selama ada di Jawa Timur. Rasanya seperti di rumah sendiri, silakan bisa beribadah, melakukan bersama-sama melakukan Simakrama dengan lancar. Ini adalah harapan kami semua,” pesan Emil.
Lebih lanjut, Emil juga memberikan pesan khusus kepada para mahasiswa baru yang kini tidak lagi tinggal bersama orang tua. Ia mengingatkan pentingnya menjaga diri agar tidak “keblablasan” yang bisa berujung pada status “mahasiswa abadi” karena tidak ada yang mengingatkan.
“Perlu juga tentunya bergaul di lingkungan yang positif, sirkel dijaga yang positif,” tegas Emil.
Luh Made juga menyampaikan pesan penting bagi para peserta, terutama sebagai mahasiswa minoritas yang merantau di Surabaya.
“Pesan saya, di Surabaya kembangkan diri sebaik mungkin. Karena kita sudah jauh-jauh merantau di sini sebagai minoritas, saya bisa lebih mengangkat citra baik sebagai mahasiswa Hindu,” pungkas Ketua Pelaksana, yang juga mencantumkan nama Ketut Rama Withadarma selaku Ketua PC KMHDI Surabaya.
Ketut Rama berharap kegiatan ini menjadi momentum bagi mahasiswa Hindu baru untuk membangun jejaring, mempererat tali kekeluargaan, dan siap menghadapi tantangan perkuliahan dengan bekal spiritual yang kuat.







