sergap TKP – SURABAYA
Tim penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Jatim bersama Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Jawa Timur berhasil menggagalkan upaya peredaran bawang bombay impor ilegal dengan modus penyamaran dokumen sebagai cangkang sawit. Selasa (23/12/2025).
Dari hasil ungkap kasus tersebut, Sebanyak 4 kontainer atau sekitar 72 ton bawang bombay berhasil diamankan di Pelabuhan Tanjung Perak.
Dirreskrimsus Polda Jatim, Kombes Pol Roy H.M Sihombing mengatakan, Pengungkapan kasus ini bermula dari informasi masyarakat yang kemudian ditindaklanjuti aparat hingga dilakukan pemeriksaan terhadap sejumlah kontainer.
“Dari hasil pembongkaran, petugas menemukan muatan bawang bombay yang tidak sesuai dengan dokumen pengiriman dan tidak dilengkapi sertifikat kesehatan tumbuhan sebagaimana diwajibkan peraturan karantina.” kata Dirreskrimsus Polda Jatim, Kombes Pol Roy H.M Sihombing.
Dirreskrimsus Polda Jatim menjelaskan, Berdasarkan hasil uji laboratorium Balai Karantina, bawang bombay tersebut diketahui berasal dari Belanda dengan importir Malaysia dan positif mengandung Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina (OPTK) yang berbahaya bagi pertanian nasional.
“Komoditas itu direkomendasikan untuk dicegah peredarannya dan dimusnahkan.” ujar Kombes Pol H.M Sihombing.
Lebih lanjut, Kombes Pol H.M Sihombing menegaskan bahwa praktik penyelundupan komoditas pertanian dengan pemalsuan dokumen merupakan pelanggaran serius yang tidak bisa ditoleransi.
“Ini sangat berbahaya karena terbukti mengandung OPTK yang dapat merusak ekosistem dan merugikan petani,” tegas Kombes Pol H.M Sihombing.
Selain mengamankan barang bukti, Dari hasil pengembangan penyidikan, Polisi juga telah menetapkan tersangka berinisial SS selaku direktur perusahaan pengiriman bawang bombay.
Sepanjang bulan Oktober hingga November 2025, Tersangka SS diduga kuat telah melakukan pengiriman bawang bombay ilegal sebanyak 14 kontainer.
“Akibat perbuatan tersangka, negara diperkirakan mengalami potensi kerugian hingga Rp4,5 miliar,” terang Kombes Pol H.M Sihombing.
Untuk proses hukum lebih lanjut, Saat ini, seluruh barang bukti telah diamankan dan penyidik masih dilakukan pendalaman kemungkinan keterlibatan pihak lain dalam jaringan distribusi bawang bombay ilegal tersebut.
Sementara itu, pada kesempatan yang sama Menteri Pertanian Dr. Ir. H. Andi Amran Sulaiman, M.P yang juga hadir dalam konferensi pers mengapresiasi dan mendukung penuh langkah tegas kepolisian dan karantina.
Andi Amran Sulaiman menambahkan, Kementerian Pertanian akan terus memperketat pengawasan pintu masuk komoditas pertanian dan memperkuat sinergi dengan aparat penegak hukum.
“Kami mendukung penuh langkah tegas kepolisian dan karantina. Negara harus hadir melindungi petani dan menjaga ketahanan pangan nasional dari ancaman produk ilegal,” pungkasnya.








