sergap TKP – JAKARTA
Koarmada Republik Indonesia menyampaikan duka cita yang mendalam, atas gugurnya 23 prajurit Korps Marinir TNI AL. Senin 26 Januari 2026.
Para prajurit tersebut menjadi korban bencana longsor di wilayah Cisarua, Kabupaten Bandung Barat.
Peristiwa tragis itu terjadi saat para prajurit melaksanakan latihan pratugas. Latihan tersebut merupakan bagian dari persiapan penugasan pengamanan wilayah perbatasan Indonesia dan Papua Nugini.
Sebagai ungkapan duka dan penghormatan, Koarmada RI melaksanakan doa bersama. Kegiatan ini dilaksanakan di tempat-tempat ibadah pada hari ini.
Doa dipanjatkan agar para prajurit mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa, serta keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan.
Selain doa bersama, Koarmada RI juga mengibarkan bendera setengah tiang. Pengibaran bendera dilakukan sebagai simbol duka cita yang mendalam atas kepergian para prajurit terbaik bangsa.
Panglima Koarmada RI, Laksamana Madya TNI Denih Hendrata, S.E., M.M., turut menyampaikan belasungkawa kepada seluruh keluarga korban.
“Kami sangat berduka atas gugurnya 23 prajurit Korps Marinir. Mereka adalah prajurit terbaik yang tengah mempersiapkan diri untuk tugas negara,” ujar Panglima Koarmada RI.
Lebih lanjut, Panglima Koarmada RI menyatakan bahwa, pengabdian para prajurit tersebut tidak akan dilupakan.
Ia menegaskan bahwa, semangat, dedikasi dan ketulusan mereka dalam menjalankan tugas, menjadi teladan bagi seluruh prajurit TNI AL.
Suasana duka menyelimuti seluruh jajaran Koarmada RI. Di tengah keheningan doa dan bendera yang berkibar setengah tiang, tersirat penghormatan yang tulus.
Para prajurit yang gugur dikenang sebagai anak bangsa yang mengabdikan diri hingga akhir hayat.






